Connect with us

Regional

Satu Hari Menjelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Karawang Hadirkan Gerobak Cahaya untuk Menguatkan Kemandirian Masyarakat

Published

on

KARAWANG – Satu hari menjelang Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) UP3 Karawang melalui YBM PLN UP3 Karawang bersama Srikandi PLN UP3 Karawang menghadirkan program Gerobak Cahaya sebagai bentuk kepedulian dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini diwujudkan melalui penyerahan bantuan gerobak usaha kepada tiga penerima, yakni Ustadz Hadi Mahmudi, Bapak Abdul Syukur, dan Bapak Hilal.

Program Gerobak Cahaya menjadi bagian dari upaya YBM PLN dalam memberikan dukungan usaha produktif kepada masyarakat agar memiliki kesempatan untuk mengembangkan sumber penghasilan secara lebih mandiri.

Ustadz Hadi Mahmudi merupakan guru ngaji di Ponpes Abu Bakar Cikampek yang sebelumnya berjualan hanya pada hari Minggu di lokasi masyarakat berolahraga. Dengan adanya bantuan Gerobak Cahaya, kini ia memiliki gerobak dan tempat usaha sendiri untuk mengembangkan usaha kuliner.

Sementara itu, Bapak Abdul Syukur yang sehari-hari berprofesi sebagai guru ngaji dengan penghasilan terbatas sebelumnya menjalankan usaha tambahan berupa penjualan es untuk anak-anak yang mengaji. Kini, bantuan Gerobak Cahaya mendukungnya untuk mengembangkan usaha gorengan olahan tahu.

Bantuan juga diberikan kepada Bapak Hilal, seorang marbot masjid yang sebelumnya tidak memperoleh penghasilan dari aktivitasnya di masjid dan membantu menjaga usaha warga di sekitar masjid. Melalui Gerobak Cahaya, Bapak Hilal kini memiliki usaha sendiri yang menjual es teh dan gorengan pisang.

Manager PLN UP3 Karawang, Mahadhir, menyampaikan bahwa Gerobak Cahaya tidak hanya diberikan dalam bentuk sarana usaha, tetapi diharapkan menjadi awal dari tumbuhnya kemandirian bagi para penerima manfaat.

“Melalui Gerobak Cahaya, kami ingin menghadirkan manfaat yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dapat menjadi sarana bagi penerima untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. Semangat ini juga sejalan dengan nilai gotong royong yang kita maknai dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila,” ujar Mahadhir.

Menurutnya, kolaborasi antara YBM PLN dan Srikandi PLN menjadi salah satu bentuk kepedulian insan PLN yang diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja PLN UP3 Karawang.

“Setiap bantuan memiliki cerita dan harapan di dalamnya. Kami berharap Gerobak Cahaya dapat dimanfaatkan dengan baik, berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” tambah Mahadhir.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari semangat PLN untuk terus memberikan kontribusi yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Momentum Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita pada pentingnya menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui Gerobak Cahaya, nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam bentuk dukungan nyata yang diharapkan dapat membuka peluang usaha dan memperkuat kemandirian masyarakat,” ujar Muhammad Joharifin.

Ia menambahkan, kontribusi PLN tidak hanya diwujudkan melalui keandalan penyediaan tenaga listrik, tetapi juga melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami berharap semangat berbagi dan pemberdayaan seperti ini dapat terus tumbuh di lingkungan PLN. Ketika sebuah peluang usaha dapat membantu seseorang menjadi lebih mandiri, maka manfaatnya dapat terus berkembang dan dirasakan oleh keluarga maupun masyarakat di sekitarnya,” tutur Muhammad Joharifin.

Melalui kegiatan ini, YBM PLN UP3 Karawang dan Srikandi PLN UP3 Karawang berharap Gerobak Cahaya dapat menjadi simbol bahwa kepedulian yang dilakukan secara bersama-sama mampu membuka peluang baru bagi masyarakat.

Satu hari menjelang Hari Kesaktian Pancasila, semangat gotong royong diwujudkan melalui langkah sederhana namun bermakna: berbagi peluang usaha, menguatkan kemandirian, dan menyalakan harapan bagi masyarakat.(rls)