Connect with us

Regional

Santri Pasundan Usulkan Garda Ekonomi Santri

Published

on

JAKARTA – Mentri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kedatangan Pimpinan Pusat Santri Pasundan, Organisasi santri yang berbasis di Jawa Barat dan Banten.

Sambutan hangat oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang di dampingi Staf Ahli bidang ekonomi yaitu Frangky Sibarani yang merupakan mantan kepala BKPM.

Dalam pertemuan tersebut menurut Ketua Santri Pasundan Karawang Ahmad Mustopa, Ketua Umum PP Santri Pasundan Aceng Ahmad Nasir menyampaikan berbagai persoalan ekonomi di masyarakat terutama dampak yang terasa khususnya masyarakat kecil maupun kaum santri berkaitan persoalan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Dengan ini Santri Pasundan mengapresiasi langkah kerja efektif pemerintah terutama dalam penanganan Covid-19 yang cukup sukses serta meratanya program vaksinasi nasional,” kata Ahmad Mustopa.

Dalam kesempatan tersebut PP Santri Pasundan meminta pemerintah untuk lebih mendorong pertumbuhan ekonomi pesantren mengenjot entrepreneurship santri serta ada program bantuan khusus pengembangan usaha untuk para guru ngaji yang berada di pedesaan yang belum tersentuh di sebabkan persoalan administratif maupun informasi yang belum menyeluruh.

“Maka kami usulkan untuk dibentuknya Garda Ekonomi Santri untuk mempersiapkan para santri yang akan mengabdi ke masyarakat agar menjadi santri yang mumpuni secara keilmuan dan tangguh secara ekonomi,” katanya.

Adapun usulan mewakili para pengusaha kecil dan menengah terutama terkait bunga yang relatif tinggi hingga mencapai 12%, Ahmad Mustopa mengusulkan kredit antara 6-7% menurutnya kalau untuk pengusaha besar yang memiliki deposito sebagai penjaminan bahkan penerimaan bunganya kisaran 4% saja, ini persoalan keadilan ekonomi yang harus di rasakan merata agar pertumbuhan ekonomi lebih masif dan perlu percepatan akibat dampak Covid-19.

“Sudah kami sampaikan melalui Ketum Santri Pasundan kepada Bapak Menko sebagai pemilik kebijakan mewakili usulan para pelaku usaha kecil dan menengah,” tegas Ahmad Mustopa. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement