Ragam
Sampah Organik Terus Menumpuk, Eco Enzyme Terus di Kembangkan di Karawang
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Sampah organik di Karawang yang bersumber dari limbah buah-buahan dan sayuran volumenya semakin menggila di berbagai lokasi di sudut wilayah. Padahal, dibanding sampah plastik, sampah organik beresiko tinggi berkontribusi pada pemanasan global karena kandungan gas metana.
Berangkat dari keprihatinan itu, sejumlah penggiat lingkungan menyulap sampah-sampah tersebut dengan beragam cara, ada yang menjadikan Maggot, Pupuk Organik Cair (POC) dan teranyar di sulap menjadi Eco Enzyme (EE) yang ramah lingkungan.
Bahkan, secara khusus Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang bersama Damkar BPBD, memanfaatkan cairan Eco Enzyme menjadi disinfektan untuk spray masal peringati Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari kemarin.
Lalu, bagaimana proses dibuatnya cairan Eco Enzyme hingga memiliki multifungsi baik disinfektan, penyubur tanah, penjernih udara, cairan pembersih lantai dan penghambat pertumbuhan bakteri di kandang ternak ini?
Redaksi Infoka menemui Penggiat Eco Enzyme di Huma Eco Enzyme kawasan Perumahan Indah Permai (PIP) Desa Pasir jengkol Kecamatan Majalaya, Anwar Fauzi.
Sarjana perikanan yang juga konsultan lingkungan ini menjelaskan, produksi Eco Enzyme ini adalah usaha-usaha sosial, berangkat dari keprihatinannya melihat banyaknya sampah organik dan non organik menumpuk begitu banyak di berbagai sudut wilayah Karawang tanpa termanfaatkan dengan baik.
Bukan perkara mudah dan sebentar memang, meracik limbah-limbah buah dan sayuran ini menjadi cairan multifungsi ini, karena butuh waktu 90 hari panen dengan takaran, waktu dan pengolahan hingga maksimal.
Namun demikian, pengurangan sampah dengan olahan Eco Enzyme ini disyukurinya mulai terangkat geliatnya di masyarakat, sebab yang organik di jadikan cairannya, yang an organisk seperti galon bekas dan toples bekas bisa dijadikan wadah penampung yang bermanfaat untuk proses pengolahannya.
“Prihatin saja pak melihat sampah organik semakin banyak tanpa termanfaatkan dengan baik, padahal gas metana yang di hasilkan ini berkontribusi pada pemanasan global dibanding sampah-sampah non organik,” katanya.
Suami dari Siti Komalangingsih, Kasie di bidang peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang ini menambahkan, meracik Eco Enzyme pertama adalah pastikan ketersediaan limbah gula cair aroma kecap, yang ia beli sendiri di pabrik gula luar Karawang, sebab limbah gula cair ini yang akan menjadi makanan mikroba limbah buah-sayuran.
Kemudian soal takaran, sebut Anwar, dalam satu galon 15 liter, maka air yang di butuhkan adalah 60 persen atau 9 liter, air ini di campur limbah gula sekitar 10 persennya atau 9 ons, kemudian bahan limbah organiknya (buah-sayuran) cukup 3 bagian, yaitu 2,7 kilogram.
Setelah di pastikan tuntas, maka setiap galon harus di catat tanggal produksinya untuk kemudian di tutup kedap tanpa oksigen dengan tempo waktu 90 hari.
“Jika di buka 3 mingguan, ini jadi pupuk organik cair (POC), tapi untuk Eco enzyme, harus selama 90 hari, kemudian di buang ampasnya atau dimanfaatkan kembali untuk pupuk tanaman hingga clostet WC yang mampet,” katanya.
Anwar menambahkan, setelah cairan di pisah dari ampasnya, kandungan eco enzyme ini makin banyak, diantara manfaatkan adalah pembersihan udara karena selama proses, ada senyawa dan ion negatif sehingga jika di semprotkan ke udara bereaksi berupa O2 dan menjernihkan udara.
Bisa juga untuk penghambat pertumbuhan jamur dan menghambat bakteri karena kandungan asam asetatnya, bahkan jika untuk tanah juga bisa percepat kesuburannya.
“Multiguna sih, Alhamdulillah usaha-usaha sosial kami bisa membawa manfaat, karena produksi kami tidak di perjual belikan. Bahkan sampai 28 Februari ini, ada permintaan kami produksi sebanyak 1.000 liter, ” ungkapnya. (red)


You may like

Polres Karawang Raih Juara II Lomba Manajemen Media Ketahanan Pangan Polda Jabar, Kapolres Terima Penghargaan Langsung dari Kapolda Jabar

PGN Karawang Hadirkan GasKita Sauyunan, Perkuat Edukasi Gas Bumi, Catat Meter Mandiri, dan Perluas Pelanggan Rumah Tangga

Direktur Operasional Bulog Tegaskan Tanggung Jawab Penuh Atasi Hama di Gudang Beras Karawang

Truk Trailer Oleng Tabrak Dua Truk Lain di Tol Jakarta-Cikampek KM 46 Karawang

Peduli Pendidikan Anak, Kapolres Karawang Letakkan Batu Pertama Pembangunan Majelis Taklim di Warungbambu

Korupsi KPR BTN Ratusan Saksi Mangkir Panggilan Kejari Karawang
Pos-pos Terbaru
- Polres Karawang Raih Juara II Lomba Manajemen Media Ketahanan Pangan Polda Jabar, Kapolres Terima Penghargaan Langsung dari Kapolda Jabar
- Sharp Optimistis Dongkrak Penjualan Lewat Ragam Promo di Jakarta Fair 2026
- PGN Karawang Hadirkan GasKita Sauyunan, Perkuat Edukasi Gas Bumi, Catat Meter Mandiri, dan Perluas Pelanggan Rumah Tangga
- Direktur Operasional Bulog Tegaskan Tanggung Jawab Penuh Atasi Hama di Gudang Beras Karawang
- Truk Trailer Oleng Tabrak Dua Truk Lain di Tol Jakarta-Cikampek KM 46 Karawang






