Regional
Rencana Aksi PGRI Karawang ke Pemda Dikritik: Tidak Ada Urgensinya
Published
2 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Rencana aksi puluhan ribu guru PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Karawang ke kantor Pemda dampak dari aksi ‘koboy’ konten kreator Ronald A. Sinaga mengungkap dana Program Indonesia Pintar (PIP) di sejumlah sekolah di Karawang dinilai ngaco. Pasalnya, aksi tersebut tidak ada gunanya, bahkan mudharat.
“Mendesak Ketua PGRI segera meralat. Kalau guru-guru nanti diajak aksi, lantas siapa nanti yang mengajar di kelas. Dan juga tidak ada urgensinya aksi ke Pemda,”kata Dian Suryana, Direktur Pusat Studi Konstitusi dan Kebijakan (Pustaka).
Ditambahkan, jika rencana aksi ke Pemda untuk meminta dukungan atau perlindungan terhadap profesi guru banyak cara yang lebih bijak dengan tanpa mengorbankan peserta didik. Di sisi lain, Pemda Karawang sudah membuat Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 4 Tahun 2018 tentang Perlindungan Guru. Bahkan, sebagai bukti komitmen Pemda dibuat Peraturan Bupati Karawang Nomor 347 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Kabupaten Karawang Nomor 4 Tahun 2018 tentang Perlindungan Guru.
“Fokus pada subtansi. Jangan sampai peserta didik di satu sisi dana PIP (Program Indonesia Pintar) ada yang dipotong, ditambah guru-gurunya diajak aksi. Lebih baik dibatalkan aksinya,”tegasnya.
Ditegaskan, PGRI Karawang kalaupun ingin melakukan perlindungan atau advokasi terhadap guru atau sekolah dampak aksi konten kreator tersebut, seharusnya menggandeng Inspektorat Daerah untuk mengaudit dana PIP sekolah yang bermasalah. Selain lebih memiliki kepastian hukum, jika hasil audit menyatakan tidak ada kerugian bisa melakukan upaya hukum pelaporan pencemaran nama baik. Kendati ada informasi, sudah ada sekolah yang sudah mengembalikan dana PIP kepada siswa yang berhak menerima setelah terungkap.
“Jadi advokasi PGRI bisa dua manfaat. Pertama melindungi martabat profesi guru dari tuduhan atau fitnahan, juga melindungi peserta didik yang seharusnya menerima dana PIP tersebut,”pungkasnya.
Sekedar informasi, rapat kordinasi PGRI Karawang menyikapi aksi konten kreator Ronald A. Sinaga atau BroRond mengungkap dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Karawang, menghasilkan dua keputusan. Pertama melakukan pelaporan ke pihak kepolisian dan akan melakukan aksi damai ke Pemda Karawang meminta dukungan dan perlindungan terhadap profesi guru.(rls)

You may like

Bupati Ringankan Beban Biaya Siswa Sekolah Negeri, Kemenag Karawang Belum Mampu Imbangi

Cegah TPPO dan TPPM, Imigrasi Karawang Tolak 375 Permohonan Paspor

Sempat Mangkir dari Panggilan, Kejaksaan Negeri Karawang Akhirnya Tahan TersangkaHJ dalam Perkara Korupsi KPR PT Bumi Arta Sedayu

Nindia, Pasien Terduga Korban Malpraktek RS Swasta Minta Keadilan Di Rdp Komisi IV DPRD Karawang

Disnakertrans Karawang Dorong Dunia Kerja Inklusif dan Setara untuk Penyandang Disabilitas

Developer Nakal Rugikan Konsumen dan Bank
Pos-pos Terbaru
- Bupati Ringankan Beban Biaya Siswa Sekolah Negeri, Kemenag Karawang Belum Mampu Imbangi
- Cegah TPPO dan TPPM, Imigrasi Karawang Tolak 375 Permohonan Paspor
- Sempat Mangkir dari Panggilan, Kejaksaan Negeri Karawang Akhirnya Tahan TersangkaHJ dalam Perkara Korupsi KPR PT Bumi Arta Sedayu
- Nindia, Pasien Terduga Korban Malpraktek RS Swasta Minta Keadilan Di Rdp Komisi IV DPRD Karawang
- Disnakertrans Karawang Dorong Dunia Kerja Inklusif dan Setara untuk Penyandang Disabilitas






