Regional
Ratusan Rumah di Karawang Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Sebanyak 110 rumah terendam banjir di tiga desa Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Banjir kiriman dari luapan sungai Citarum dan Cibeet karena hujan dari Bandung dan Bogor, Selasa (25/5/2021) malam.
Desa yang terendam banjir antara lain Desa Mekarmulya, Mulyajaya, dan Karangligar.
Di Desa Mulyajaya terdapat 33 rumah terendam banjir, dengan ketinggian hingga 150 sentimeter. Warga yang terdampak sebanyak 160 orang dari 40 kepala keluarga (KK).
Lalu, Desa Mekarmulya ada 42 rumah yang terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 90 sentimeter. Warga yang terdampak sebanyak 152 orang dari 48 KK.
Kemudian di Dusun Pengasinan, Desa Karangligar, sebanyak 35 rumah terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 10 sentimeter hingga 50 sentimeter. Warga yang terdampak sebanyak 130 orang dari 41 KK.
Ami (52), warga Dusun Pengasinan, Desa Karangligar mengatakan, banjir datang sekitar pukul 06.00 WIB. Ia dan suaminya kemudian memutuskan mengungsi saat ketinggian air semakin naik.
“Pukul 15.00 WIB, air hampir 1 meter, kami mengungsi ke sini, rumah saudara,” ujar Ami saat ditemui Kompas.com di Desa Karangligar, Selasa malam.
Sementara itu Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengakui bahwa Desa Karangligar sudah 7 kali dilanda banjir sejak Februari 2021.
“Tahun ini, banjir di sini (Desa Karangligar) sudah tujuh kali,” ujar Aep saat meninjau lokasi banjir.
Aep menyebut, banjir terjadi akibat luapan Sungai Cibeet dan Sungai Citarum.
Seperti diketahui, hujan deras turun di Karawang maupun di daerah hulu dua sungai itu, seperti Purwakarta, Bogor dan Cianjur.
“Dampak dari naiknya (debit air) Sungai Cibeet dan limpasan Sungai Citarum,” ujar Aep.
Aep mengaku, akan segera mendorong persoalan banjir di Telukjambe Barat tersebut kepada Pemerintah Pusat.
“Memang harus ada campur tangan pemerintah pusat,” katanya.
Aep pun mengaku akan menindaklanjuti hasil kajian pada 2017 lalu yang menyebut ada penurunan permukaan tanah di Desa Karangligar. Untuk itu, perlu dilakukan kajian lebih lanjut.
Saat ini, menurut Aep, pihaknya fokus pada harapan masyarakat yang terdampak, seperti bantuan khusus bagi balita.
“Kita memikirkan apa yang menjadi keluhan masyarakat, seperti bantuan kebutuhan balita,” ujar dia. (*)


You may like

Terancam Hukuman Berat, Ayah di Karawang Tega Setubuhi Anak Kandung di Bawah Ancaman

SUKSES KAWAL KUNKER PRESIDEN PRABOWO DI KM 57, KAPOLRES KARAWANG APRESIASI SINERGITAS TNI-POLRI

Unsika perkuat sarana dan prasarana sebagai fasilitas pendukung kegiatan Tridharma perguruan tinggi dengan membangun gedung Dome di kampus 2

HUT ke-51, Pupuk Kujang Gelar Wayang Golek 3 Dalang Asli Cikampek

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Karawang Edukasi Siswa SD Lewat ‘Edu Trip’ di LASKAR Farm

Polres Karawang Raih Juara II Lomba Manajemen Media Ketahanan Pangan Polda Jabar, Kapolres Terima Penghargaan Langsung dari Kapolda Jabar
Pos-pos Terbaru
- Terancam Hukuman Berat, Ayah di Karawang Tega Setubuhi Anak Kandung di Bawah Ancaman
- SUKSES KAWAL KUNKER PRESIDEN PRABOWO DI KM 57, KAPOLRES KARAWANG APRESIASI SINERGITAS TNI-POLRI
- Tetap Solid Selama 31 Tahun, Blunt_id Kenalkan Single “Manusia Spek Bidadari”
- Unsika perkuat sarana dan prasarana sebagai fasilitas pendukung kegiatan Tridharma perguruan tinggi dengan membangun gedung Dome di kampus 2
- HUT ke-51, Pupuk Kujang Gelar Wayang Golek 3 Dalang Asli Cikampek






