Connect with us

Regional

Ratusan Hewan Ternak di Kabupaten Cirebon Terjangkit LSD

Published

on

INFOKA.ID – Ratusan hewan ternak di Kabupaten Cirebon terjangkit penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Encus Suswaningsih, mengatakan hingga kini jumlah kasus lato-lato di Kabupaten Cirebon mencapai 451 ekor sapi.

“Saat ini, dari jumlah tersebut terdapat 423 ternak yang masih sakit, dan seekor yang dipotong paksa,” ujar Encus Suswaningsih, Sabtu (10/6/2023).

Ia mengatakan ratusan ekor sapi yang terpapar LSD ini menyebar ke 28 kecamatan dan 74 desa di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, sebanyak 27 ekor yang dinyatakan sembuh dan hingga kini dipastikan tidak ada kasus kematian hewan ternak akibat terjangkit LSD.

Upaya proteksi yang dilakukan pihaknya adalah dengan cara melakukan vaksinasi. Selain itu, juga dilakukan upaya pengobatan dan penyemprotan kandang sapi dengan cairan disinfektan.

Diakuinya, Dinas Pertanian kesulitan menekan penyebaran LSD lantaran proses distribusi sapi dari luar kota melalui jalan Tol. Sementara pos pemeriksaan atau cek poin berada di jalur Arteri, yakni di wilayah Losari.

Dia mengatakan, LSD merupakan penyakit kulit infeksius disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus yang merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus capripoxvirus dan famili poxviridae.

“Penyakit LSD juga biasanya menular secara langsung melalui kontak dengan lesi kulit, khususnya yang terkena infeksi,” katanya.

Namun, pihaknya mengimbau masyarakat tidak perlu panik, karena daging hewan ternak yang terjangkit lato-lato tetap bisa dikonsumsi.

“Masyarakat tidak perlu panik karena daging dari sapi yang terkena LSD masih bisa dikonsumsi. Penyakit ini hanya menempel di kulit, daging bisa dimakan, tidak seperti PMK,” katanya. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement