Connect with us

Ragam

‘RANTANG’ Atasi Gizi Kurang dan Stunting di Masa Pandemi

Diposting

pada

KARAWANG- RANTANG (Reaktif, Aktif dan Tanggap Gizi) adalah program peningkatan gizi pada anak stunting, giji kurang dan bawah garis merah di wilayah Cilamaya Kulon.

“Program RANTANG ini dimulai sejak tahun 2020 dan diinisiasi oleh guru2 TK Al-firdaus dan PAUD Al-Bayan. Sebanyak 8 anak dari 4 desa pada tahun 2020 dan 8 anak dari 5 desa pada 2021. Dalam kurun waktu 2 bulan setiap hari tim RANTANG akan mengantarkan makanan sehat kepada sasaran RANTANG,” Kata Yayah Nurazya yang juga sebagai Kader RANTANG.

Lanjut Yayah, kegiatan ini berasal dari pengalaman guru-guru memberikan PMT kepada siswa siswi sekolah nya dan fokus pada peningkatan gizi anak melalui pangan lokal yaitu daun kelor dan juga pemantauan perkembangan 6 aspek perkembangan anak, pertama nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional dan seni.

Perlu diketahui, daun kelor dikenal dengan sebutan tanaman ajaib oleh WHO yang mengandung bahan nutrisi dan vitamin yang sangat baik.

“Daun kelor juga bisa diolah menjadi berbagai makanan sehat yg disukai anak-anak contohnya dibuat puding dan bolu. Selain untuk para siswa sendiri, kegiatan ini kemudian menyasar kepada anak diluar sekolah yang mengalami stunting, gizi kurang dan BGM dari keluarga prasejahtera di kecamatan Cilamaya kulon dengan dukungan PT Pertamina EP Subang,” terangnya.

Dijelaskannya, menu dalam Program RANTANG sendiri terdiri dari menu 4 sehat 5 sempurna dan juga makanan selingan seperti puding daun kelor atau bolu kelor.

“Anak-anak RANTANG dicatat perkembangannya setiap saat. Berbekal pengalaman menjadi guru TK dan PAUD, tim rantang memantau dan menstimulasi 6 aspek perkembangan pada anak. Tugas kader rantang itu mengirim ke anak-anak menggunakan rantang berisi makanan sehat setiap hari selama 2 bulan,” jelasnya.

Diakuinya, pandemi Covid-19 berdampak pada meningkatnya jumlah anak yang mengalami gizi buruk. Kondisi tersebut banyak ditemukan di wilayah Pesisir Utara Karawang. Sejumlah orang tua tidak mampu memberikan asupan gizi yang cukup bagi anak-anaknya. 

“Para guru butuh perjuangan untuk bisa sampai kerumah anak-anak gizi buruk yang mencapai 16 anak dan tersebar di lima desa. Para guru menggunakan motor harus menempuh jarak cukup jauh dari satu desa ke desa lainya, menyusuri sawah hingga jalan-jalan gang sempit,” ucapnya.

Sementara itu, Bidan Desa Pasirjaya Nurjanah, Amkeb mengapresiasi program RANTANG tersebut. Menurutnya program rantang itu bagus sekali untuk meningkatkan gizi balita, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.

“Karena menu rantang itu berpariasi sehingga anak itu tidak bosan dan terbukti mampu meningkatkan nafsu makan anak dan BB anak tentunya. Pesan bagusnya setiap tahun program rantang itu bisa ada terus,” pungkasnya. (adv)

Advertisement
Tinggalkan pesan

Balas Pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement