Bisnis
Pupuk Kujang Resmikan Pabrik CO2 Senilai US$ 7,4 Juta
Published
6 tahun agoon
By
admin
KARAWANG – PT Pupuk Kujang Cikampek resmikan pabrik karbondioksida (CO2) cair berkapasitas 50.000 ton per tahun. Pabrik CO2 tersebut diresmikan langsung oleh Wakil Menteri BUMN I, Budi Gunadi Sadikin bersama Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman, Direktur Utama PT Pupuk Kujang Cikampek, Maryadi dan Direktur Utama PT Rekayasa Industri, Alex Dharma Balen di Cikampek, Sabtu (07/11/2020) siang.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan bersama Offtake CO2 cair antara PT Pupuk Kujang Cikampek dengan PT Samator Gas dan PT Purnabuana Yudha.
Diungkapkan Direktur Utama PT Pupuk Kujang Cikampek, Maryadi, pabrik yang memiliki nilai investasi US$ 7,4 juta itu, berdiri di atas lahan seluas 1500 m2 yang pengerjaaannya telah dimulai sejak awal tahun 2019.
Maryadi juga menjelaskan, Pabrik CO2 cair ini dibangun oleh kontraktor EPC PT Rekayasa Industri dan telah berhasil merampungkan proses pembangunan pada 15 Oktober 2020 lalu.
“Meskipun di tengah pandemi, semangat sinergi antara PT Pupuk Kujang Cikampek dan PT Rekayasa Industri yang merupakan anak perusahaan dari PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam pembangunan pabrik CO2 cair dapat terselesaikan dengan baik,” kata Maryadi kepada awak media, Sabtu (07/11/2020).
Keberadaan pabrik CO2 tersebut, sambung Maryadi, bertujuan untuk memanfaatkan gas ekses dari proses produksi pabrik Kujang 1A dan 1B.
“Sehingga menjadi produk CO2 cair yang memiliki nilai jual lantaran bisa digunakan oleh industri lainnya. Produk akhir pabrik berupa CO2 murni standard food grade ini sangat diperlukan oleh berbagai jenis industri, dalam industri makanan dan minuman misalnya,” jelasnya.
“CO2 murni digunakan untuk pembuatan minuman berkarbonasi, pengawetan makanan perikanan dengan dry ice, serta pemutihan gula. Tak hanya itu, CO2 murni ini juga bisa digunakan dalam industri manufaktur pengelasan, pemutihan kertas, fumigasi pada sektor pertanian, serta secondary oil recover,” tambah Maryadi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman berharap produk turunan yang dikembangkan Pupuk Kujang ini dapat semakin meningkatkan daya saing perusahaan, terlebih pangsa pasar untuk produk CO2 cair masih sangat terbuka lebar.
“Hal ini sejalan dengan program kerja Pupuk Indonesia untuk lebih fokus pada diversifikasi produk yang dapat meningkatkan daya saing,” singkat Bakir Pasaman. (rls)


You may like

Toko Subur Telor Dilaporkan Jual Minyak Goreng Curah Tanpa Lebel SNI & Merk

Diduga Terlibat Tawuran, Seorang Pelajar Alami Luka Berat di Klari, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kapolres Karawang Beri Penghargaan kepada Personel Berprestasi dan Tiga Driver Gojek, Wujud Apresiasi untuk Pengabdian dan Prestasi

Dari LASKAR Farm, Irfan Hakim Mengajarkan Arti Kasih Sayang kepada Sesama Makhluk Hidup

PWI Karawang Meriahkan Stand UMKM pada Gebyar Harkopnas ke-79 Tingkat Kabupaten Karawang

LISHERA BAKERY KENCANA MILIK ADI JALALUDIN ZUHRI HADIRKAN ROTI LEMBUT HARGA SAHABAT DI KARAWANG
Pos-pos Terbaru
- Toko Subur Telor Dilaporkan Jual Minyak Goreng Curah Tanpa Lebel SNI & Merk
- Diduga Terlibat Tawuran, Seorang Pelajar Alami Luka Berat di Klari, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Kapolres Karawang Beri Penghargaan kepada Personel Berprestasi dan Tiga Driver Gojek, Wujud Apresiasi untuk Pengabdian dan Prestasi
- Dari LASKAR Farm, Irfan Hakim Mengajarkan Arti Kasih Sayang kepada Sesama Makhluk Hidup
- PWI Karawang Meriahkan Stand UMKM pada Gebyar Harkopnas ke-79 Tingkat Kabupaten Karawang






