Regional
Puluhan Kambing Ternak di Indramayu Tercabik dan Mati Misterius, Hanya Hati dan Jantung yang Hilang
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Puluhan kambing milik warga di Desa Wanantara, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu tercabik dan mati secara misterius
Belum diketahui secara pasti penyebab hewan ternak dengan kondisi seperti itu. Namun, beredar spekulasi, kematian kambing tersebut diduga akibat serangan anjing liar yang kelaparan.
Menurut keterangan Tarno (60), yang merupakan pergurus peternakan tersebut mengatakan, peristiwa kambing mati dan terluka ini terjadi pada Selasa (5/7/2022) pukul 02.00 pagi.
Tarno, menyebutkan, total ada sebanyak 21 kambing yang mendapat serangan, 12 di antaranya mati mengenaskan dengan kondisi badan tercabik hingga organ bagian dalam pun keluar.
Dari jumlah tersebut kini hanya menyisakan 4 ekor saja yang masih hidup namun dengan kondisi terdapat luka bekas gigitan.
“Beberapa kambing yang terluka itu esoknya mati juga, namun matinya bertahap satu per satu. Sekarang masih empat ekor yang masih hidup, tapi kondisinya sudah mulai lemah,” kata dia, Senin (11/7/2022).
Tarno menyampaikan, dia mengetahui kambing miliknya mati dan terluka itu pagi hari saat hendak memberi makan.
Dia mengatakan, kambing-kambingnya tewas dengan kondisi utuh. Adapun bagian tubuh kambing yang hilang hanya jantung dan hati saja. Kondisi tersebut turut membuatnya penasaran.
“Tapi kondisinya kaya habis dicabik-cabik sampai bagian organ dalamnya keluar,” ujar dia
Atas kejadian itu, pihaknya mengalami kerugian sebesar Rp15 juta.
“Saya sudah 20 tahun menekuni ternak kambing, tapi untuk kejadian seperti ini baru pertama kali,” ujar dia.
Sementara itu, salah satu aparat desa setempat, Dedi Sunendi mengungkapkan, selama ini di desanya itu tidak pernah ada hewan liar, karena jauh dari hutan, apalagi hingga menimbulkan kejadian yang tergolong tragis seperti itu.
“Biasanya hewan liar itu kan datangnya dari hutan, sementara di sini kan jauh dari hutan, mayoritas perumahan penduduk semua.
Terus, kejadian hewan ternak mati secara massal ini juga pertama kali terjadi di desa kita,” kata dia.
Di sisi lain, pemerintah Kecamatan Sindang pun diketahui langsung turun tangan usai menerima adanya laporan serangan kambing tersebut.
TNI-Polri bahkan diminta untuk lebih meningkatkan patroli, terutama saat malam hari.
Dikhawatirkan, serangan tersebut kembali terjadi dan menimpa hewan ternak warga lainnya.
“Sejak ada kejadian itu, kami juga minta TNI-Polri tingkatkan patroli, kami juga penasaran penyebab pastinya. Tapi memang kemungkinan besar ulah anjing liar,” ujar Camat Sindang, Suyitno. (*)
Sumber: Berbagai sumber


You may like

Kantor Hukum Eko Juniarto Didatangi Mahasiswa UIN Siber Cirebon

Pertamina EP Jatibarang Field Capai Liquid Onstream Perdana dari SP ABG Stage 1

Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Indramayu yang Korbannya Meninggal Dunia, Ini Motifnya

Kemenag Jabar Rekrut 300 Orang Untuk Bertugas di Asrama Haji Indramayu

Pemkab Indramayu Siapkan 14 Ribu Hektare Lahan Penunjang Investasi

HUT ke-7, SMSI Indramayu Berhasil Gelar Donor Darah Bersama TNI-Polri
Pos-pos Terbaru
- Gandeng Kemendagri, FISIP Unsika Gelar SemNas Bahas Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah
- Syiar, DPRD NasDem Karawang Dorong DKM dan Muadzin Masjid Dapat Honor Daerah Tahunan
- Wujud Solidaritas, Band Hard Rock Metal Karawang, NOEND Bakal Gebrak Panggung May Day di Depan Gedung DPR RI
- Srikandi PLN Bersama YBM PLN UP3 Karawang Berbagi Kebahagiaan untuk Masyarakat
- Bareng DMI Kecamatan, KUA Telagasari Sosialisasikan Pentingnya ID Masjid Bagi Semua DKM






