Connect with us

Regional

Proyek Pemagaran Kantor Kecamatan Kutawaluya Digrudug Puluhan Petani, Puing Proyek Tutupi Saluran Tersier

Published

on

KARAWANG– Puluhan petani menggrudug kantor Kecamatan Kutawaluya lantaran saluran air tersier yang mengaliri sawah petani tertutup puing bangunan proyek pagar.

Pembangunan pagar yang dikerjakan CV Bumi Johar dengan nilai kontrak sebesar Rp 189, 241, 000 diduga sengaja membuang puing bangunan pagar lama ke saluran hingga menutupi sumber air yang digunakan para petani untuk mengairi sawah.

” Benar tadi ada sekitar 20 an petani yang melakukan protes karena saluran tersier yang biasa digunakan untuk mengairi sawah tertutup puing bangunan,” kata Kasi Trantip Satpol PP Kecamatan Kutawaluya, Iswandi.

Lanjut Iswandi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak pemborong terkait puing bangunan yang menghambat saluran tersier guna kegiatan pertanian petani tidak menjadi masalah.

” Masalah pengairan yang terhambat akan sangat vital akibatnya bila nanti petani membutuhkan aliran air tersier tersebut, maka dari itu kami akan berkoordinasi dengan pihak pemborong guna mengantisipasi hal tersebut,” lanjutnya.

Terpisah Rahman salah satu petani dan juga tokoh masyarakat petani desa Sindangmulya memohon dan meminta kepada pihak pemborong jangan dianggap sepele masalah saluran air.

“Bagi para petani air sangat dibutuhkan untuk mengairi sawahnya. Seandainya saluran tresier tersebut tidak cepat diperbaiki dalam waktu yang singkat para petani akan datang lagi kekantor Kecamatan dengan lebih banyak ingin menemui pemborong atau pelaksana tersebut. Perlu diketahui juga, para petani sekarang kondisinya sedang sekarat akibat dihantam beberapa kali gagal panen. Maka dari itu jangan sampai dimusim nyawah sekarang bibit baru muncul daun mati akibat gak ada air,”pungkasnya. (ded)