Regional
Polemik Hak Pensiunan Anggota Korpri, Praktisi Hukum Sampaikan Pandangan
Published
9 bulan agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian, SH. MH. menanggapi polemik tuntutan para pensiunan ASN terkait hak keuangan yang dikelola KORPRI Karawang. Ia menilai pernyataan Sekretaris KORPRI Karawang, Gery Samrodi, di salah satu media lokal mengenai istilah kadeudeuh berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
“Perlu diluruskan, karena pernyataan Sekretaris KORPRI tersebut akan membuat persoalan semakin kisruh. Ini bukan kadeudeuh, tapi duit pensiunan yang sudah jadi haknya. Pernyataannya ngawur!,” ujar Askun sapaannya, Rabu (3/12/2025).
Ia juga menilai tidak tepat jika persoalan tersebut dikaitkan dengan efisiensi anggaran.
“Apalagi dikaitkan dengan efisiensi anggaran. Woy, ini bukan duit APBD. Tapi duit pensiunan ASN yang harus diberikan,” tambahnya.
Askun meminta, pengurus KORPRI melakukan penghitungan ulang hak pensiunan ASN secara proporsional, bukan menggunakan nilai rata seperti Rp7 juta atau Rp14 juta sebagaimana hasil Musyawarah Kabupaten (Muskab) KORPRI.
“Yang saya tahu dari iuran Rp50 ribu hingga naik jadi Rp100 ribu per bulan, saat itu iuran ditarik secara manual dan banyak iuran yang bolong-bolong. Jadi menurut saya tidak bisa pembagian uang pensiunan ini dipukul rata Rp7 juta atau Rp14 juta. Tapi harus dihitung dulu secara proporsional,” katanya.
Askun menilai secara umum pengelolaan KAS KORPRI sudah memberi manfaat, seperti santunan anggota sakit, meninggal dunia, hingga biaya Konsultan Akuntan Publik (KAP). Namun, ia menyebut laporan keuangannya selama ini tidak disampaikan secara transparan sehingga menimbulkan kegaduhan ketika pensiunan menuntut haknya.
Karena itu, ia meminta Pengurus KORPRI melakukan audit internal dan menyampaikan kembali secara rinci pemasukan serta pengeluaran organisasi kepada anggota dan pensiunan.
“Kan di sana melibatkan KAP, ya hitung-lah secara proporsional. Berapa uang masuk dan berapa uang yang keluar? Saya yakin ketika perhitungannya proporsional dan bisa dijelaskan secara detail kepada anggota dan pensiunan, saya yakin mereka juga akan paham dan tidak akan menjadi kisruh seperti saat ini,” ucapnya.
Askun juga mengingatkan, agar Pengurus KORPRI tidak menanggapi desakan para pensiunan dengan emosi.
“Karena apapun alasannya, pengurus KORPRI hari ini juga akan menjadi pensiunan. Dan saya yakin mereka juga akan menuntut hak yang sama seperti yang dilakukan pensiunan hari ini,” tutupnya. (rls)


You may like

Polresta Karawang Gelar Lomba Polisi Cilik dan Ketangkasan Baris-Berbaris Tingkat SD-SMA

Pimpinan Baru MBC Palembang Chapter: Tri Martono Siap Gebrak Lewat Solidaritas, Aksi Sosial, dan Disiplin Berkendara

Bupati Instruksikan Clean Up, Pesisir Karawang yang Tercemar Limbah Mulai Dibersihkan

Penanganan Limbah Hitam di Cibuaya: Jalur Hukum Menunggu Hasil Lab, Pembersihan Pantai Tetap Berjalan

Tabligh Akbar UNSIKA Berhaji, Dosen dan Mahasiswa Diajak Mulai Persiapkan Tabungan Haji

DPRD Karawang Kawal Penanganan Ceceran Minyak Pantai Tanjungpakis dan Cemarajaya
Pos-pos Terbaru
- Bukan Sekadar Seremonial, Gebyar Merdeka 2026 Sulap Ikon Palembang Jadi Panggung Seni Akbar
- Polresta Karawang Gelar Lomba Polisi Cilik dan Ketangkasan Baris-Berbaris Tingkat SD-SMA
- Pimpinan Baru MBC Palembang Chapter: Tri Martono Siap Gebrak Lewat Solidaritas, Aksi Sosial, dan Disiplin Berkendara
- Bupati Instruksikan Clean Up, Pesisir Karawang yang Tercemar Limbah Mulai Dibersihkan
- Penanganan Limbah Hitam di Cibuaya: Jalur Hukum Menunggu Hasil Lab, Pembersihan Pantai Tetap Berjalan






