Regional
Petani Karawang Utara Keluhkan Terbatasnya Pupuk Subsidi Saat Memasuki Masa Tanam
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Petani di Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang mengeluh terkait kelangkaan dan sulitnya mendapatkan pupuk urea dan poska subsidi.
Ida (47), petani di Desa Rengasdengklok mengungkapkan kalau sudah masa musim tanam padi, seharusnya pemerintah lebih bijak dan peka untuk membantu serta memudahkan persediaan pupuk.
“Pasalnya, dari tahun ketahun yang dikeluhkan para petani adalah soal pupuk urea subsidi. Biasanya petani bisa membeli pupuk urea 3 kwintal per hektar, sekarang dikurangi hanya dapat 1,5 kwintal untuk sawah seluas satu hektar,” ungkap Ida, Sabtu (20/1/2024).
Ida menambahkan, untuk memenuhi standar kebutuhan hasil sawah yang memuaskan, harus membeli pupuk urea yang 1,5 kwintal. Menurutnya, tidak semudah itu untuk mencari pupuk yang dianggap kurang.
“Bagi para petani yang mempunyai Kartu Tani sama juga dengan bohong. Pasalnya, petani mau beli pupuk urea non subsidi juga gak ada alias langka. Sedangkan bagi para petani jangan kan hasil panen, harga padi mahal mahal saja petani tidak untung. Sebaliknya hasil panen padi rusak dimakan hama sampai merugi puluhan juta,” jelasnya.
Sambung ida menambahkan, petani tidak akan kapok untuk menanam padi, itu gak ada rumusnya.
“Harapan kami ketua kelompok tani dan petani agar pemerintah bijak dan peka terhadap persoalan petani yang sudah langganan tiap tahun,” katanya.
“Petani tidak tahu politik, pokonya presiden yang bisa membuat pupuk urea mudah dan murah mau si Udin juga dipilih. Soalnya dari rakyat sampai presiden makannya beras dari hasil petani,” tegasnya.
Ditempat terpisah, Sarbinih (60) mengungkapkan sering ada kejadian petani tidak bisa tanam padi karena tidak dapat pupuk urea subsidi.
“Berawal dari itu, yang menjadi persoalan disini banyak sawah yang dikontrakan. Ketika yang ngontrak waktunya habis, otomatis pengontrak yang baru tidak punya kartu tani. Yang menjadi Inti dari ujung-ujungnya sawah gak bisa digarap menanam padi oleh pemilik nya,” pungkasnya. (ded)


You may like

Dua Tahun Ajukan Rutilahu Tak Kunjung Terealisasi, Warga Jayakerta Menangis Berharap Bantuan Bupati Karawang

Personel Gabungan Laksanakan Patroli KRYD, Polresta Karawang Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

Polresta Karawang Tangani Laporan Dugaan Kekerasan terhadap Anak, Proses Penyelidikan Dilakukan Satres PPA dan PPO

Polresta Karawang Dalami Dugaan Pengrusakan Saat Proses Penyelidikan Peredaran Obat Keras Tertentu

PHE ONWJ Dukung Pelestarian Seni Budaya Pesisir Pantura

Dikenal Humanis dan Banjir Prestasi, Ini Sosok Kapolresta Karawang Pertama Kombes Mario Prahatinto
Pos-pos Terbaru
- Dua Tahun Ajukan Rutilahu Tak Kunjung Terealisasi, Warga Jayakerta Menangis Berharap Bantuan Bupati Karawang
- Personel Gabungan Laksanakan Patroli KRYD, Polresta Karawang Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
- Polresta Karawang Tangani Laporan Dugaan Kekerasan terhadap Anak, Proses Penyelidikan Dilakukan Satres PPA dan PPO
- GEMPA DI TUBUH POLRI! Ratusan Pamen Dimutasi, Kursi Panas Kapolres Muba Hingga Lubuklinggau Resmi Berganti!
- Polresta Karawang Dalami Dugaan Pengrusakan Saat Proses Penyelidikan Peredaran Obat Keras Tertentu






