Ragam
Petani Karawang Mulai Budidayakan Porang
Published
6 tahun agoon
By
admin
KARAWANG – Umbi porang yang dulu tidak memiliki nilai jual sama sekali, kini mulai dibudidayakan para petani di Karawang. Bahkan para petani membentuk sebuah wadah organisasi Paguyuban Petani Porang Nusantara (P3N) Cabang Karawang. Anggotanya lebih dari 70 orang. Kini para petani sedang bersiap menyambut musim tanam tahun 2020.
“Porang ini sejenis umbi-umbian, dan sudah umum tumbuh di alam liar, dan di Karawang biasa disebut dengan nama umbi ular atau cocooan oray. Tapi hingga kini Porang belum dibudidayakan para petani di Karawang. Padahal memiliki pangsa pasar eksport yang cukup menjanjikan ke Jepang dan Tiongkok,” kata Ketua P3N Karawang, Endang.
Untuk itu, Dewan Pimpinan Cabang P3N dibentuk di tahun 2020 di Karawang. Organisasi ini dibentuk untuk mempermudah para petani mendapat bibit hingga menampung hasil panen. Secara rutin, para angota P3N menggelar pelatihan dan temu karya setiap satu bulan sekali.
“Terakhir kita melakukan temukarya pada Minggu (27/9) di Pasir Kole, Waduk Jatiluhur. Disana kami berbagi ilmu pengetahuan tentang berbagai hal, mulai dari diskusi tata cara menyiapkan bibit, memperbanyak bibit hingga proses penanaman. Semua itu dilakukan untuk meyambut musim tanam porang tahun 2020,” kata Endang.
Masa tanam porang dilaksanakan pada awal musim hujan, sekitar akhir tahun. Porang akan mati dan tertidur pada musim kemarau, dan kemudian tumbuh kembali pada musim penghujan. Porang dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah dan tidak memerlukan perawatan yang ekstra.
“Komoditas ini banyak manfaatnya, khususnya kuliner. Hasil akhir umbi ini yaitu tepung, dan oleh orang Jepang atau Tiongkok biasa dijadikan nasi atau mie. Porang juga banyak manfaatnya di bidang farmasi, industri hingga kosmetik,” kata Endang.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah P3N Provinsi Jawa Barat, Imam Malik mengungkap, para petani tidak perlu khawatir tentang penjualan hasil panen. Sebab, pangsa pasar eksport masih terbuka luas, dan organisasi P3N siap menampung hasil panen untuk kemudian dikumpulkan dan dijual ke pangsa pasar eksport.
“Untuk hasil panen sendiri dapat terjual cepat dengan harga Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per kilogram. Sedangkan yang sudah dikeringkan dalam bentuk chip, harganya bisa mencapai Rp 25.000 per kilogram. Jika sudah jadi tepung, harganya lebih tinggi lagi, berkisar antara Rp 100.000 per kilorgam. Kementan sangat mendorong perkembangan porang sebagai salah satu komoditas ekspor,” katanya.
Di Jawa Barat, kata Imam, porang banyak dibudidayakan di Kebupaten Subang. Bahkan Bupati Subang ikut bertani porang dengan luas lahan mencapai 11 hektar. Di Karawang, baru sedikit petani yang mengenal tanaman porang. Untuk itu, pihaknya akan terus mensosialisasikan peluang bisnis yang menjanjikan dari tanaman porang kepada para petani. (one)

You may like

Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026

Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang

Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!

Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah

Kekerasan Terhadap Anak di Karawang, Polisi Amankan Dua Pelaku di Bawah Umur

Tepis Isu Bocor, DPMD Karawang Tegaskan Hasil Ujian CAT Cakades Langsung Diketahui Peserta
Pos-pos Terbaru
- Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026
- Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur
- Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang
- PERS SUMSEL GEMPAR! Koalisi Jurnalis Turun ke Jalan, Desak Copot Dirintelkam dan Bongkar Aktor Intelektual Kekerasan!
- Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!






