Regional
Pemprov Jabar Siapkan Subsidi BLT Bagi Pekerja Terdampak PHK
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Provinsi Jabar tengah menyiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) perusahaan yang terdampak langsung resesi ekonomi.
“Kepada yang terdampak langsung, kena PHK oleh perusahaan yang perdagangannya global karena pesanan turun, pabrik kurangi produksi. Nah, nanti ada Bantuan Langsung Tunai (BLT),” kata Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dikutip dari Antara, Jumat (18/11/2022).
Ridwan Kamil mengungkapkan pekerja yang berpotensi terkena PHK mayoritas berasal dari sektor padat karya, seperti perusahaan tekstil yang perdagangannya global.
Padahal, saat resesi melanda, permintaan barang akan menurun. Imbasnya, pabrik mengurangi jumlah produksi yang akan diikuti dengan pemangkasan jumlah karyawan.
Bantuan, sambung Ridwan, rencananya disalurkan saat ada pengumuman resmi kondisi kedaruratan. BLT untuk pekerja terdampak PHK ini berasal dari anggaran Biaya Tak Terduga dan Dana Transfer Umum sebesar dua persen.
“BLT ini sesuai dengan kondisi saat ada pengumuman kondisi kedaruratan, anggarannya dari BTT (Biaya Tak Terduga) dan Dana Transfer Umum dua persen sudah dialokasikan,” ujarnya.
Resesi ekonomi global diperkirakan melanda pada 2023. Namun, ia meyakini dampaknya kepada Indonesia minim karena pertumbuhan ekonomi masih terjaga.
Negara-negara di zona Asia relatif lebih kecil terkena resesi dibandingkan dengan negara di luar zona Asia.
“Diprediksi tahun depan terjadi resesi, khsususnya negara di luar zona Asia. Zona Asia relatif tak akan terlalu terkena resesi. Dari 100 persen ekonom dunia yang dimintai pendapat pun 90 persennya menyatakan, Indonesia tak akan terdampak terlalu besar,” ujarnya.
Selain pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih tumbuh positif, kesenjangan dengan angka inflasi pun tidak terlalu jauh. Artinya, kenaikan harga masih terkendali.
“Pertumbuhan ekonomi kita masih positif, gap dengan inflasi juga tidak terlalu jauh, artinya kenaikan harga masih terkendali,” ujarnya.
Begitu pula di Jabar, pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun ini hampir menyentuh 6 persen.
“Jabar juga mewakili, kita tumbuh tertinggi di kuartal III hampir 6 persen pertumbuhan ekonominya. Inflasi tinggi lebih karena BBM, bukan sembako,” ujarnya. (*)
Sumber: Antara


You may like

Sinergi TNI-Polri dan Instansi Terkait Kawal Penyiapan Lahan Produktif di Wilayah Karawang

Laporan Kakak Korban Berbuah Cepat,Satres PPA dan PPO Polres Karawang Tangkap Ayah Diduga Perkosa Anak Kandung

Perkuat Kesadaran Pajak, Bapenda Karawang dan Fakultas Hukum UNSIKA Sosialisasikan Opsen PKB-BBNKB

Respons Cepat Aduan Warga yang Viral,Sipropam Polres Karawang Periksa 7 Saksi Terkait Dugaan Pelanggaran Etik Brigadir RM

Jumat Berkah Tanpa Henti, Kapolres Karawang Hadirkan Kepedulian di Tengah Masyarakat

Polres Karawang Kawal Ketat Mata Rantai Distribusi Hasil Bumi Guna Menjamin Swasembada Pangan
Pos-pos Terbaru
- Perkuat Swasembada Pangan, Polres Karawang Lakukan Penanaman Benih Serentak di Lahan Produktif
- Sinergi TNI-Polri dan Instansi Terkait Kawal Penyiapan Lahan Produktif di Wilayah Karawang
- Laporan Kakak Korban Berbuah Cepat,Satres PPA dan PPO Polres Karawang Tangkap Ayah Diduga Perkosa Anak Kandung
- Perkuat Kesadaran Pajak, Bapenda Karawang dan Fakultas Hukum UNSIKA Sosialisasikan Opsen PKB-BBNKB
- Respons Cepat Aduan Warga yang Viral,Sipropam Polres Karawang Periksa 7 Saksi Terkait Dugaan Pelanggaran Etik Brigadir RM






