Regional
Pemprov Jabar Siap Kembangkan Inovasi dan Teknologi di Sektor Pertanian
Published
6 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen mengembangkan inovasi dan teknologi di sektor pertanian. Tujuannya mendorong produktivitas pertanian di Jabar.
Selain itu, pemanfaatan inovasi dan teknologi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi, produktivitas, efisiensi, dan daya saing produk pertanian. Pasar produk pertanian Jabar pun dapat diperluas.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, Pemda Provinsi Jabar akan menerapkan science based agriculture atau pertanian berbasis sains untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menarik minat generasi muda.
“Kita ingin mengembangkan teknologi pertanian. Drone terbang membawa pupuk cair disemprotkan, melihat penyiraman dengan mekanik. Jika musim kemarau, bisa menggunakan infus tetes,” kata Ridwan Kamil, Minggu (13/12/2020), dikutip dari Bisnis.com.
Pihaknya menggagas inovasi dan tekonologi di bidang pertanian. Salah satunya adalah Sistem Informasi Peta Peruntukan Perkebunan (Si Perut Laper).
Si Perut Laper menampilkan informasi kesesuaian lahan dan komoditas mulai dari lahan sesuai (S1), cukup sesuai (S2), kurang sesuai (S3), dan tidak sesuai (N). Tak hanya itu, Si Perut Laper juga dirancang untuk memperlihatkan faktor pembatas untuk kelas lahan di luar S1.
Nilai plus Si Perut Laper lainnya adalah mampu memberikan solusi rekayasa faktor pembatas melalui rekomendasi pengelolaan lahan secara mekanik dan vegetative. Informasi tersebut diharapkan dapat menjawab pertanyaan petani dalam memanfaatkan lahan secara optimal.
Kehadiran Si Perut Laper berkorelasi positif terhadap peningkatan penggunaan lahan tanam S1. Sebelum Si Perut Laper hadir, pada 2015, sebanyak 80 persen (390.534 hektare) dari luas tanam 488.167 hektare, komoditas perkebunan ditanam pada lahan diluar S1.
Setelah Si Perut Laper hadir, terjadi peningkatan arah pemanfaatan lahan S1 sebesar 40 persen dan penurunan arah pemanfaatan lahan S2 dan S3 sebesar 60 persen. Peningkatan penggunaan lahan S1 dan penurunan penggunaan lahan S2 dan S3 menjadi indikator keberhasilan Si Perut Laper.
Kemudian di sektor perikanan, ada ribuan kolam menggunakan teknologi smart auto feeder. Teknologi pemberi pakan itu dapat membuat hasil panen meningkat dua sampai empat kali lipat dalam setahun. Pendapatan pun otomatis ikut meningkat.
“Jangan lupa perdagangannya dilatih, kami sudah membentuk pusat digital desa. Merupakan wadah bagi para penjual untuk mendaftarkan dagangannya untuk dijual secara digital di daerah masing-masing,” ucap Kang Emil. (*)
Sumber: Bisnis.com

You may like

Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada

Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi

Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang

DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot

Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri

Lumpur Pengerukan Irigasi Berserakan di Jalan, Warga Kutajaya Karawang Keluhkan Proyek Normalisasi Berujung Kecelakaan
Pos-pos Terbaru
- Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada
- Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi
- Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang
- DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot
- Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri






