Regional
Pemprov Bakal Lakukan Sesuai Instruksi Pusat Untuk Cegah Virus Covid-19 Jenis Baru Masuk ke Jawa Barat
Published
6 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Terkait dengan kebijakan dengan adanya jenis baru virus penyeban Covid-19 yang berasal dari Inggris, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) tentunya akan mengikuti apa yang diperintahkan oleh pemerintah pusat.
Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jabar, Daud Achmad mengatakan, Jabar ikuti pusat, pasalnya virus baru tersebut sementara ini disinyalir datang dari Inggris. Artinya antara dua negara atau batas negara. Dengan demikian yang mengeluarkan kebijakan adalah Menteri Luar Negeri.
“Ya tentunya kita di daerah tetap saja secara umum bagaimana menjaga masyarakat terus mengimbau masyarakat supaya bisa terhindar dari virus. Apakah itu virus yang baru atau yang lama atau pokoknya virus Corona,” ujar Daud, Senin (28/12/2020).
Diakui dia, dengan kondisi 3M yang longgar ditambah adanya jenis virus baru, terkait dengan penutupan tempat wisata pada musim libur panjang saat ini bukan menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Untuk menutup tempat wisata merupakan kebijakan kepala daerah kota/kabupaten.
“Untuk tempat penutupan wisata itu tergantung dengan bupati atau walikota. Tadi disampaikan di rapat, kita ingin diaktifkan lagi pos cek poin yang ada, itu kita aktifkan lagi artinya seperti yang tadi diapresiasi di Kabupaten Bogor orang yang mau ke puncak Bupati mensyaratkan harus membawa hasil rapid antigen negative. Yang tidak membawa harus balik lagi,” kata dia.
“Itu kebijakan di bupati wali kota. Dan Gubernur sudah mengimbau hal itu tapi yang melakukan adalah kota kabupaten. Kita tidak menerapkan di batas Provinsi tapi yang efektif itu di kota Kabupaten,” tutur dia menjelaskan.
Di sisi lain, Daud menuturkan kondisi 3 T (testing , tracing dan treatment) di Jabar cecara umum belum memadai terutama untuk testing. Pasalnya rata-rata testing per minggu di Jabar hanya 31.000 sampel.
“Kita pernah mencapai 50 ribu hanya satu kali dan terus turun karena kalau dipush 50.000 tenaga kesehatan kita kapan istirahatnya. Kemudian dengan trasing belum maksimal. Kemudian untuk treatment kita sekarang bagaimana supaya treatment ini dengan tadi banyak bantuan misalnya dengan TNI dengan instansi militer itu untuk treatment,” ujar dia.
Untuk meningkatkan testing, kata dia, pihaknya berupaya untuk terus mendorong daerah melakukan testing untuk bisa mendeteksi orang-orang yang berkesan positif dan sudah siap dengan tahap selanjutnya yaitu trasing dan treatment.
Daud menambahkan, prediksi Covid-19 tahun depan di Jawa Barat dengan adanya jenis baru dan akan diaktifkan kembali KBM tatap muka itu memang kewenangan epidemiolog. Untuk memprediksi itu harus berdasarkan data yang akurat.
“Namun sampai saat ini kita belum lihat 2021 (membaik) tapi mudah-mudahan dengan adanya vaksin kemudian masa sih masyarakat tidak sadar sadar. Kalau saya sih yakin masyarakat harusnya lebih sadar untuk bisa disiplin mematuhi 3 M dengan demikian harusnya sih 2021 menurun,” ucapnya. (*)
Sumber: Pikiran-Rakyat.com


You may like

Bey Machmudin Minta MPLS Siswa Baru Bersih dari Kekerasan

Pemprov Jabar Tindaklanjuti Temuan DAS Citarum yang Terkontaminasi Paracetamol dan Amoxcilin

Sekda Ajak MMS Berkolaborasi Atasi Berbagai Persoalan di Jabar

Pemprov Jabar Bakal Anulir Kelulusan Calon Peserta Didik yang Terbukti Curang di PPDB

Forkompimda Jawa Barat Komitmen Bersama untuk PPDB Jabar 2024 Bersih

Pemprov Jabar Siapkan Strategi Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting
Pos-pos Terbaru
- Perkuat Ekonomi Sirkular, Pindo Deli Karawang Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah dari Masyarakat hingga Industri
- Benahi Ekosistem Otomotif Sumsel, Fariz Montesz Gandeng Arief Purnomo Maju Bursa Ketua IMI Sumsel
- Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City
- Pemerintah Pusat dan Daerah Gelar Rakor Mitigasi Bencana di Karawang
- Ajak Warga Karawang Pelunasan PBB-P2 Sebelum 30 September, Bapenda Beberkan Manfaatnya






