Regional
Pemkab Karawang Gandeng PHRI untuk Pasarkan Produk UMKM
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) setempat untuk memasarkan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di sejumlah hotel di Karawang.
Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan dengan dihadirkannya produk UMKM dan Ekraf di sejumlah hotel di Kabupaten Karawang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kami berkeinginan agar hotel-hotel di Karawang menggunakan produk UMKM lokal. Sehingga produk UMKM kita bisa terserap,” kata Aep dalam Rapat sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Hasil Usaha Produksi UMKM di Aula Lantai 3 Gedung Singaperbangsa Pemda Karawang, Kamis (12/1/2023).
Ia menyampaikan, Pemkab Karawang tidak sekadar memberikan training dan pendampingan bagi pelaku UMKM. Namun bakal terus berkomitmen untuk membukakan jalan alias akses pemasaran produk UMKM di hotel-hotel Karawang.
Menurutnya, penting produk UMKM masuk jaringan ekosistem hotel berbintang. Ini bagus untuk memasarkan produk UMKM yang biasanya dijual di warung biasa, tapi dengan begini UMKM juga bakal dilirik tamu hotel.
“Kalau semua jaringan hotel berbintang memberi tempat istimewa untuk UMKM, bukan tidak mungkin jika ke depan UMKM kita tambah kuat, punya brand yang tidak kalah saing dengan brand brand yang sudah punya nama,” terangnya.
Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karawang, Dinah Puji Astuti, menyambut baik keinginan Pemkab Karawang untuk memasarkan produk UMKM di perhotelan.
Dinah bahkan menyebut, sebelum pandemi, hotel hotel dibawah PHRI sudah menyediakan space khusus bagi UMKM Karawang.
“Dari sebelum pandemi memang sudah ada, ya. Hanya belum ada komitmen keterikatan antara Pemkab dan PHRI. Nah dengan adanya momen ini semoga makin gencar. Kami sangat mendukung majunya UMKM Karawang,” kata Dinah.
Hanya saja, lanjut Dinah, ia berpesan kepada para pelaku UMKM agar memperhatikan kualitas produk dan konsistensi produksi produk. Selain itu, juga harus beradaptasi dengan kebutuhan hotel. Selain itu, juga harus beradaptasi dengan kebutuhan hotel.
“Ini juga kembali lagi bahwa setiap hotel punya kebijakan masing masing. Mungkin satu hotel dengan yang lainya tidak sama dalam pemasaran produk. Jadi bisa lebih variatif. Selama ini, pengunjung hotel punya respon positif terhadap produk produk UMKM Karawang,” pungkasnya. (*)


You may like

Dorong Optimalisasi Pendapatan Daerah, Bapenda Karawang sosialisasi Opsen PKB dan BBNKB

PHE ONWJ Bergerak Cepat Respons Laporan Nelayan Soal Gelembung di Perairan Karawang

Proyek Kandang Ayam Cuma ‘Izin Desa’, Ibe Sentil Dinas Pertanian Karawang Soal Amanat Perda LP2B

Respons Cepat Polisi dan Warga Berhasil Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Handphone di Telukjambe Barat

Ratusan Paket Nasi Putih MBG Di SDN Karyasari Tidak Dikonsumsi, Minta Ganti Roti Burger

Pertama di Jabar, Pemkab Karawang Gratiskan Modul Pembelajaran SD-SMP dan Hapus Biaya LKS
Pos-pos Terbaru
- Dorong Optimalisasi Pendapatan Daerah, Bapenda Karawang sosialisasi Opsen PKB dan BBNKB
- PHE ONWJ Bergerak Cepat Respons Laporan Nelayan Soal Gelembung di Perairan Karawang
- Proyek Kandang Ayam Cuma ‘Izin Desa’, Ibe Sentil Dinas Pertanian Karawang Soal Amanat Perda LP2B
- Respons Cepat Polisi dan Warga Berhasil Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Handphone di Telukjambe Barat
- Ratusan Paket Nasi Putih MBG Di SDN Karyasari Tidak Dikonsumsi, Minta Ganti Roti Burger






