Connect with us

Regional

Pemkab Garut Siapkan Program Beras Subsidi untuk 230 Ribu Keluarga

Published

on

INFOKA.ID – Pemerintah Kabupaten Garut akan menyiapkan program beras subsidi bagi masyarakat. Sebanyak 230 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi sasaran program.

“Ada subsidi beras untuk 230 ribu KPM, jadi ada 230 ribu KPM yang mendapatkan subsidi beras 10 kilogram, semua seluruh daerah ini,” kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman dilansir Antara, Kamis (23/3/2023)

Ia mengatakan bahwa keuntungan beras subsidi ada pada harganya yang dibanderol jauh lebih murah dibandingkan dengan beras di pasaran. Selain itu, Helmi juga menegaskan pihaknya akan mempermurah komoditas pokok lainnya.

Melalui kegiatan operasi pasar oleh Pemkab Garut, selain beras, imbuhnya, ada sejumlah kebutuhan pokok lain yang siap dijual murah kepada masyarakat.

Semua hal tersebut menjadi upaya Pemkab Garut untuk menanggulangi ketersediaan barang maupun kenaikan harga bahan pokok, terutama menyambut pelaksanaan bulan puasa ini.

Helmi menegaskan, program-program tersebut bukan hanya dilakukan oleh pemerintah daerah, namun juga merupakan aksi runut dari atas, yaitu rembukan bersama Pemerintah Provinsi Jabar maupun pemerintah pusat.

“Jadi kita memang ini bahu membahu dari pusat, daerah, kemudian juga provinsi bagaimana dengan kenaikan ini tidak memberatkan, apalagi kan kita ada yang namanya kemiskinan ekstrem,” ucap dia.

Adapun, terkait ketersediaan barang dan harga pangan pokok, Helmi memastikan pihaknya telah meninjau kondisi tersebut di pasar tradisional salah satunya Pasar Induk Garut Ciawitali.

Menyongsong bulan suci, Helmi mengungkapkan bahwa beberapa harga kebutuhan pokok terpantau alami kenaikan, namun ada juga produk yang stabil maupun turun harganya.

Baginya, hal yang lumrah jika harga kebutuhan pokok masyarakat naik saat jelang dan selama Ramadhan sampai Idul Fitri nanti. Namun demikian pemerintah daerah akan mengatasi hal tersebut salah satunya dengan gelaran operasi pasar murah.

“Saat puasa, menjelang puasa dan Lebaran itu akan ada kenaikan, memang sangat berat dirasakan oleh masyarakat, oleh karena itu, ya kami juga koordinasi ya, kemarin tadi malam kita melakukan rapat Forkopimda termasuk ada subsidi beras,” ucap Helmi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana menimpali, koordinasi kesiapan operasi pasar murah bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) terus dilakukan.

Menurutnya, operasi pasar itu hanya akan dilakukan jika sudah terbukti adanya kenaikan harga bahan pokok cukup tinggi di pasaran. Begitu pun kelangkaan barang di Garut sebagai akibatnya.

“Operasi pasar siap dilaksanakan dengan melihat kondisi di pasaran dulu, jangan sampai adanya operasi pasar murah justru membuat pedagang lain jadi rugi,” kata Nia. (*)

Sumber: Antara