Connect with us

Regional

Niat Bekerja, Gadis Asal Rengasdengklok Tidak Digaji Selama 2 Bulan

Published

on

KARAWANG – Bukannya untung tapi buntung, itulah yang dialami NRM gadis asal Rengasdengklok yang menyogok kerja di PT AJS, tapi selama 2 bulan bekerja tidak digaji.

Tingginya jumlah peminat menjadi calon tenaga kerja buruh pabrik ditengah sempitnya peluang untuk mencari lowongan kerja menjadi alasan utama bagi gadis muda lulusan SMK Negeri Rengasdengklok ini berani merogoh kocek pribadi keluarganya sebesar Rp4.000.000 untuk mendapatkan kerja di PT AJS.

Pada saat itu, NRM menyerahkan uang tunai sebesar Rp4.000.000 pada salah satu kepala desa asal Kecamatan Kutawaluya untuk mendapatkan kesempatan bekerja di PT AJS.

Menurut keterangan salah satu keluarganya, Sri mengatakan NRM akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mulai bekerja di PT AJS, selama dua bulan.

Namun, usaha dan perjuangan selama dua bulan bekerja selain dari pengorbanan materi yang telah dikeluarkan justru tidak berbuah manis sesuai harapan dari keluarga di rumah.

“Boro -boro menghasilkan gaji, sehingga bisa mengembalikan uang masuk kerja sebesar Rp.4.000.000,- yang telah dibayarkan pada salah seorang kepaka desa dari kutawaluya. Sebaliknya, hasil kerja keras dan jerih patyah keringat selama dua bulan bekerja di Pabrik yang mirip sebuah gudang bernama AJS tidak pernah dibayar,” jelas Sri.

Mirisnya, menurut Sri, uang yang dipergunakan oleh orang tua NRM untuk pembayaran masuk menjadi karyawan pabrik diperoleh melalui hasil pinjaman Bank Emok di Karawang.

Alhasil, sambung Sri, orang tua NRM hingga kini harus tertekan oleh tagihan rutin dari petugas bank emok yang terasa sangat memberatkan bagi pihak keluarga.

“Harapan orang tua kami awalnya kalau memang benar NMR bekerja di pabrik bisa melunasi pinjaman bank emok dari gaji bulanan yang dihasilkan dari AJS. Tetapi, sudah bayar 4 juta, kerja selama dua bulan tidak digaji, dan sekarang nganggur kembali karena PT AJS sudah ditutup kembali,” jelasnya. (sgt)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement