Connect with us

Regional

Nama Wagub Jabar Dicatut! Kades di Karawang Katanya Kena Tipu Puluhan Juta

Published

on

KARAWANG – Rumah makan Saung Beureum Rengasdengklok diakui pernah menjadi lokasi kumpulan sejumlah kepala desa di Kabupaten Karawang dengan beberapa nama terlapor yang mengklaim sebagai pegawai BPMPD Pemprov Jawa Barat sebelum ketahuan telah melakukan dugaan tindakan penipuan ploting dana aspirasi dengan mencatut nama Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.

Hingga kini, beberapa nama terlapor dugaan tindakan penipuan yang telah menimbulkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah pada sejumlah korban nama kepala desa aktif di wilayah utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, disebut-sebut telah menghilang tanpa meninggalkan jejak.

Seperti disampaikan oleh staff Kantor Desa Kutakarya, Jefri, saat ditemui Infoka, Senin (31/10/2022), mengatakan salah satu jejak lokasi dalam proses pembayaran-penerimaan anggaran stimulan untuk kebutuhan ploting dana aspirasi Wakil Gubernur Jawa Barat yang diketahui langsung diminta kepada tiap kepala desa yang hadir dengan jumlah nominal bervariatif terjadi di Rumah Makan Saung Beureum Rengasdengklok, Kabupaten Karawang,

“Cuma satu kali, kami diminta datang oleh kepala desa kami untuk hadir kumpulan mengikuti pertemuan bersama para kades lainnya dari wilayah Karawang, untuk mendapatkan paparan dan bertemu langsung dengan perwakilan dari BPMPD Pemprov Jabar yang juga mengaku sebagai perwakila dari tim Wagub Jawa Barat dalam rangka untuk memposting anggaran aspirasi yang telah dijanjikan sesuai dengan jumlah dana yang telah diserahkan oleh masing kades. Saat itu tiap desa dijanjikan akan mendapat dana bantuan sebesar Rp 1,2 miliar per desa,” jelasnya.

Pada waktu dan tempat terpisah, menurut narasumber lainnya, Dedi Junaedi, yang biasa dipanggil Dedi Mio, mengklaim sama-sama merasa dirugikan layaknya para kepada desa akibat memiliki kesamaan nama dengan salah satu terlapor dugaan tindakan penipuan dana aspirasi dari Wagub Jabar, meski sangat berbeda jauh untuk nama panggilan.

Menurutnya, dugaan penipuan yang telah merugikan para kades yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan se-Kabupaten Karawang belum juga dilaporkan secara resmi ke pihak polisi.

“Saya sendiri juga heran kenapa sampai sekarang tidak ada kades yang telah membayar dan kini akhirnya juga dirugikan, kenapa belum juga melapor secara resmi ke Polisi? Soalnya, nominal uang yang diserahkan bukan uang yang sedikit jumlahnya. Ataukah, karena uang yang telah diserah bukan uang pribadi, lalu karena itu uang desa jadi tidak merasa dirugikan?” tanya dia. (sgt)