Connect with us

Regional

Motif Azan Ajakan Jihad di Majalengka Diselidiki Polisi

Published

on

INFOKA.ID – Polisi tengah mendalami motif sekelompok orang mengumandangkan azan dengan menyelipkan ‘hayya alal jihad’. Video aksi sekelompok orang ini viral di media sosial.

“Ini justru masih didalami oleh penyidik sana (Polres Majalengka),” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, dilansir dari Detikcom, Rabu (2/12/2020).

Kendati demikian, kata Erdi, pihak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Majalengka sudah melakukan pertemuan termasuk dengan MUI dan Kementerian Agama. Berdasarkan pertemuan itu, mereka menyatakan azan yang diselipkan ajakan jihad itu menyalahi syariat islam.

“Tetapi intinya forkopimda mengklarifikasi kondisi yang sudah viral, kemudian dari MUI setempat dan Kemenag setempat, menyatakan bahwa itu bukan syariat islam. Ini akan diluruskan, dan hasil pertemuan itu adalah untuk menjaga kondusifitas Majalengka,” tuturnya.

Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tak terpancing atas video tersebut. Polisi meminta agar masyarakat tetap tenang.

“Imbauan dari kami, dengan situasi pandemi ini rentan informasi yang tidak benar dan perlu diklarifikasi. Masyarakat diimbau tetap tenang, mengecek info sebenarnya, dan percayakan ke aparat untuk menanganinya,” tutur Erdi.

Sebuah video berisikan rekaman sekelompok orang yang mengumandangkan azan dengan menyelipkan kata ‘hayya alal jihad’ viral di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Ada tujuh orang yang terekam dalam video berdurasi 43 detik itu. Satu orang sebagai muazin mengumandangkan azan dengan menyelipkan kata ‘hayya alal jihad’ yang kemudian diikuti enam orang jemaah.

Selain menyelipkan kaya ‘hayya alal jihad’, orang-orang di video tersebut juga terlihat memegang senjata tajam golok berukuran sedang. Video tersebut diduga direkam oleh warga Majalengka. Sebab pada video itu ada baliho bergambar Habib Rizieq Syihab dan tertulis sebuah nama desa di Majalengka yakni Desa Sadasari, Kecamatan Argapura. Video viral itu sudah beredar luas di masyarakat Kabupaten Majalengka melalui Twitter, Facebook dan WhatsApp.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat tengah mengkaji video sekelompok orang mengumandangkan azan dengan menyelipkan ‘hayya alal jihad’ atau ajakan jihad di Kabupaten Majalengka. MUI juga meminta masyarakat tak terprovokasi.

“Kami mau rapat dan melakukan kajian secara komprehensif. Nanti hari Jumat kita keluarkan pernyataannya,” ujar Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar saat dihubungi, Rabu (2/12/2020).

Selagi melakukan kajian, Rafani meminta agar masyarakat tak terprovokasi atas munculnya video tersebut. Rafani pun yakin masyarakat Jabar tak mudah terhasut. “Sekarang mah mengimbau masyarakat jangan terprovokasi karena kami yakin umat Islam di jabar cerdas memahami ibadah,” kata Rafani. (*)

Sumber: Detikcom

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement