Regional
Momen Sumpah Pemuda, Sekjen IWOI Karawang Kobarkan Api Semangat Persatuan
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Momen Sumpah Pemuda dapat menjadi refleksi generasi muda untuk tidak hanya mewarisi abu Sumpah Pemuda, tetapi mewarisi api Sumpah Pemuda. Pasalnya, abu Sumpah Pemuda hanya selesai pada Keputusan Kongres Jong-Jong se-Indonesia. Sedangkan api daripada Sumpah Pemuda terus bergerak bersama perkembangan zaman. Karenanya, kobarkan api semangat persatuan. Demikian ungkap Sekretaris DPD IWO Indonesia (IWOI) Kabupaten Karawang, Rd. Cholil Arief, SE., Jumat (28/10/2022).
Cholil mengungkapkan, tidak terasa 94 tahun sudah waktu lahirnya Sumpah Pemuda berlalu, Sugondo Djojopuspito sebagai ketuanya pun telah tiada. Mohammad Yamin selaku senior yang menginspirasi lahirnya ikrar sakral itu juga telah lama pergi. Tak terkecuali, Sjahrir yang waktu itu melecutkan semangat Pandu Kertawiguno untuk melaksanakan kongres pun sudah berpulang.
“Tetapi inilah yang menarik, bahwa sejarah dan legasi dari bercak-bercak persatuan itu tidak pernah lusuh,” terangnya.
Cholil memaparkan, seorang novelis handal yang diantara karyanya berjudul ‘Dia Tak Kunjung Padam’ dan ‘Grotta Azzura’ di era tahun 90an, yakni Sutan Takdir Alisjahbana, pernah membuat suatu ungkapan yang melejitkan kesadaran Pemuda Indonesia akan sumpahnya.
Dalam buku ‘Percakapan Dengan Sidney Hook’, Sutan Takdir Alisjahbana katakan, bahwa pernyataan Nasionalisme Indonesia yang paling tepat dan berpengaruh untuk gerakan nasional ialah Sumpah Pemuda. Selanjutnya dikatakan Sutan, bahwa Pancasila adalah kompromi antara sebagian cendekiawan yang memimpin pada saat itu, mereka tidak dipilih secara demokratis.
“Jika kita cermati, tentu sedikit banyak apa yang dia (Sutan Takdir Alisjahbana.Red) katakan ada benarnya. Karena embrio kelugasan pemudalah, rakyat Indonesia pada waktu itu bangkit bersatu,” paparnya.
Lebih lanjut dikatakan Cholil, bahwa anak muda utamanya di era global, tidak boleh berkecil hati. Anak muda haruslah semangat dan bangga pada kemudaannya. Sutan Takdir Alisjahbana membesarkan hati kita dengan persepsinya yang menganggap Sumpah Pemuda adalah sumpah yang mempersatukan Indonesia.
“Maka, jangan lagi merasa bahwa segala di negara ini adalah urusan Orangtua atau Pemerintah yang kemudian kita diwajibkan diam saja. Kita harus pro aktif, ini negara kita juga, bukan negara milik Pemerintah,” jelasnya.
“Jadi kita, utamanya para pemuda, harus memiliki kewajiban yang sama dalam urusan memperbaiki dan membesarkan Bangsa ini,” imbuh Cholil menandaskan. (*)

You may like

Disnakertrans Karawang Kunker ke Sukabumi, Gali Strategi Job Fair Internasional dan Penyerapan 3.500 Tenaga Kerja

2026, Pemkab Karawang Bangun 2441 RTLH

Dua Tahun Ajukan Rutilahu Tak Kunjung Terealisasi, Warga Jayakerta Menangis Berharap Bantuan Bupati Karawang

Personel Gabungan Laksanakan Patroli KRYD, Polresta Karawang Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

Polresta Karawang Tangani Laporan Dugaan Kekerasan terhadap Anak, Proses Penyelidikan Dilakukan Satres PPA dan PPO

Polresta Karawang Dalami Dugaan Pengrusakan Saat Proses Penyelidikan Peredaran Obat Keras Tertentu
Pos-pos Terbaru
- Disnakertrans Karawang Kunker ke Sukabumi, Gali Strategi Job Fair Internasional dan Penyerapan 3.500 Tenaga Kerja
- 2026, Pemkab Karawang Bangun 2441 RTLH
- Dua Tahun Ajukan Rutilahu Tak Kunjung Terealisasi, Warga Jayakerta Menangis Berharap Bantuan Bupati Karawang
- Personel Gabungan Laksanakan Patroli KRYD, Polresta Karawang Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
- Polresta Karawang Tangani Laporan Dugaan Kekerasan terhadap Anak, Proses Penyelidikan Dilakukan Satres PPA dan PPO







