Nasional
Menparekraf Dorong Kepala Daerah Maksimalkan Pengembangan Desa Wisata
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong para kepala daerah beri perhatian yang besar terhadap pengembangan desa wisata. Komitmen kepala daerah dikatakannya terbukti efektif membangkitkan roda ekonomi dan turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Sandiaga mengatakan, desa wisata merupakan program unggulan karena terbukti sebagai pandemic winner. Di tengah situasi pandemi, tingkat kunjungan wisatawan meningkat cukup signifikan.
“Desa wisata kami harapkan dapat mendorong capaian pergerakan wisatawan nusantara yang tahun ini ditargetkan mencapai 1,4 miliar pergerakan. Jadi wisatawan dari kabupaten ke kabupaten ini harus terus kita dorong,” ujar Sandiaga dalam keterangannya, Senin (30/1/2023).
“Anggaran kita memang terbatas, tapi kita harus lebih berkolaborasi. Saya mohon desa wisata juga diberikan perhatian khusus,” tambah Sandiaga.
Selain desa wisata, Menparekraf Sandiaga juga mendorong agar kepala daerah dapat memaksimalkan penyelenggaraan event untuk menjadi daya tarik dan dipromosikan dengan baik.
Pemerintah daerah dikatakan Sandiaga dapat berkolaborasi dengan Kemenparekraf/Baparekraf. Baik dalam hal dukungan kegiatan maupun pelatihan dan pendampingan.
Menparekraf Sandiaga menjelaskan, “KolaborAksi” merupakan program yang rutin dilakukan kementeriannya untuk dapat menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah. Melakukan sinergi program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Itu merupakan kolaborasi pertama di 2023. Setiap bulan kami selalu mendorong langkah kolaborasi ini, karena kita bisa belajar dari beberapa daerah tentang pengembangan dan potensi dan bisa saling melengkapi,” jelas Sandiaga.
Sementara, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, mengatakan dalam pengembangan infrastruktur yakni unsur 3A (Aksesibilitas, Atraksi, dan Amenitas) pemerintah daerah dapat memaksimalkan salah satu instrumen fiskal yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.
Vinsen meminta agar pemerintah daerah dapat menyiapkan berbagai persyaratan yang dibutuhkan.
“Apalagi daerah yang sudah masuk dalam lokpri (lokasi prioritas). Sayang kan kalau sudah masuk lokpri tapi tidak dimaksimalkan, karena yang antre ini hampir 200 kabupaten/kota di 2023,” kata Vinsen.
Sementara terkait pengembangan non-fisik seperti pelatihan dan pendampingan, Kemenparekraf melalui lintas kedeputian siap memberikan fasilitas. (*)


You may like

Pemerintah Evaluasi Bebas Visa Berdasarkan Timbal Balik Hingga Keamanan

Menparekraf Sebut Target Wisman ke Borobudur 2 Juta Kunjungan per Tahun

Menparekraf Dorong Pelaku Ekraf Bekasi Manfaatkan Potensi MICE

Target Investasi ke Indonesia Sebesar 8 Miliar Dolar AS

Pemerintah Siapkan Golden Visa Dongkrak Wisatawan Berkualitas

Ekonomi Digital Perkuat Ketahanan Usaha Pelaku Parekraf
Pos-pos Terbaru
- Brits Hotel Karawang Hadirkan Cars Worldwide Carmeet 2026, Satukan Komunitas Otomotif, UMKM, dan Lifestyle dalam Satu Event Kolaboratif
- Ops Jaran Lodaya Tekan Kejahatan Jalanan, Polres Karawang Bekuk Pelaku Curanmor Asal Lampung
- FH UNSIKA Raih Akreditasi Unggul dan Pengakuan Internasional ACQUIN
- Gagalkan Penyelundupan Narkotika ke Dalam Lapas, Polres Karawang Dalami Jaringan Pemasok dari Luar
- Tim Sanggabuana Polres Karawang Ringkus Pelaku Curanmor, Terungkap dari Jejak Penjualan Motor Curian di Facebook






