Connect with us

Regional

Mengubah Kepunahan Menjadi Kehidupan: Kisah Inspiratif Pelestarian Terumbu Karang di Blok Sendulang

Published

on

Menenggelamkan Harapan: Proses penenggelaman Paranje oleh kelompok Pandu Alam Sendulang (PAS) di Perairan Blok Sendulang (foto: dok.PAS)

KARAWANG – Dengan semangat dan dedikasi, sekelompok pemuda bermimpi mengembalikan keindahan terumbu karang di Pantai Utara Karawang. Sebuah cita-cita sederhana namun penuh makna, mereka berjuang untuk melestarikan ekosistem laut dan memberikan harapan bagi masa depan generasi mendatang.

Pantai Utara yang sekarang memang tak seindah dulu, air yang biru kini mulai keruh. Namun dibalik itu semua pantai Utara Karawang ternyata menyimpan pesonanya sendiri.

Keanekaragaman hayati seperti terumbu karang dan ekosistem laut lainnya yang dulu melimpah ruah kini tengah mereka tata kembali.

Pada tahun 2021, terbentuknya Kelompok Pandu Alam Sendulang (PAS) menjadi titik balik penting dalam upaya pelestarian lingkungan di Blok Sendulang, Pantai Utara Karawang.

Blok Sendulang, yang terletak 6 km dari bibir pantai Tengkolak, dapat dijangkau menggunakan perahu nelayan dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Dengan berdirinya Kelompok PAS, diharapkan keindahan dan keanekaragaman hayati di Blok Sendulang dapat dipulihkan dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

Dengan beranggotakan 10 pemuda, mereka bahu membahu berjuang tak mengenal lelah demi agar anak cucu mereka bisa menikmati indahnya keanekaragaman hayati laut Karawang yang tengah mereka perjuangkan saat ini.

Kelompok Pandu Alam Sendulang (PAS) yang tengah Berjuang untuk Masa Depan Terumbu Karang. (Dok.PS)

Seperti yang dikatakan oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno, “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Ucapan ini seolah menjadi semboyan bagi sekelompok pemuda yang berjuang mengembalikan keindahan terumbu karang dan keanekaragaman hayati di Pantai Utara Karawang, dengan semangat yang membara dan tekad untuk membuat perubahan nyata.

Dama Saputra bersama sembilan pemuda lainnya memimpin upaya edukasi bagi para nelayan di Dusun Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Mereka berjuang mengajak nelayan setempat untuk tidak lagi mengeksploitasi terumbu karang di Blok Sendulang yang kerap digunakan sebagai bahan bangunan, termasuk pondasi rumah.

Kelompok Pandu Alam Sendulang (PAS) tengah Bergerak Bersama membuat Paranje untuk Melestarikan Terumbu Karang. Dok. Wahid

” Kita harus menjaga alam, bukan menghancurkannya. Terumbu karang di Blok Sendulang bukan hanya sumber daya, tapi juga warisan bagi anak cucu kita,” kata Dama Saputra, Senin (8/9/2025).

Di tahun 2022, langkah mereka mendapatkan momentum dengan pertemuan yang bersejarah bersama perwakilan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian ekosistem terumbu karang di Blok Sendulang. Kolaborasi erat ini kemudian diperkuat dengan menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan survei komprehensif guna memetakan kondisi terkini dari terumbu karang yang tersisa di lokasi tersebut.

“Kolaborasi adalah kunci untuk menjaga keberlangsungan lingkungan. Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang erat, kita dapat membuat perbedaan nyata dalam pelestarian terumbu karang di Blok Sendulang.” kata Associate Monitoring Pemulihan Enviromental PHE ONWJ, Ahmad Salman Alfarisi.

Kehadiran Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) membawa harapan baru bagi warga sekitar untuk dapat kembali menikmati keindahan terumbu karang dan keanekaragaman hayati di Blok Sendulang.

Pada tahun 2022, kondisi terumbu karang di lokasi tersebut sangat memprihatinkan, sehingga dukungan dari Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menjadi sangat berarti bagi upaya pelestarian lingkungan.

” Dari hasil survei itu, diketahui masih ada harapan terumbu karang Sendulang bisa diselamatkan dari kehancuran permanen,” ungkap Salman.

Berdasarkan hasil survei, Kelompok Pandu Alam Sendulang (PAS) diperkenalkan dengan program “Otak Jawara” oleh Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Program ini bertujuan untuk merehabilitasi terumbu karang di Laut Utara Jakarta dan Jawa Barat dengan melibatkan peran aktif masyarakat sebagai “orangtua asuh” karang.

Berbekal pengalaman merehabilitasi terumbu karang di Pantai Indramayu, PHE ONWJ memperkenalkan alat inovatif bernama “paranje” yang dirancang untuk mengembangbiakan kembali terumbu karang yang nyaris punah di Blok Sendulang.

” Tidak hanya itu, paranje juga nantinya akan menjadi rumah ikan yang habitatnya sebelumnya adalah hamparan terumbu karang,” ucap Salman.

Awalnya, istilah “Paranje” mungkin terdengar aneh bagi mereka, bahkan mengingatkan pada kurungan ayam. Namun, nyatanya Paranje adalah struktur yang dirancang khusus untuk rehabilitasi terumbu karang, dengan bentuk yang menyerupai kurungan ayam. Paranje ini terbuat dari adukan pasir dan semen, sehingga kuat dan tahan lama di lingkungan laut.

Dengan semangat yang tak kenal lelah, mereka memproduksi paranje hampir setiap minggu untuk menyelamatkan terumbu karang di Blok Sendulang, perairan Laut Utara yang menjadi bagian penting dari wilayah desa mereka. Berikut adalah komposisi media transplantasi (paranje) yang digunakan untuk satu unit diantaranya:

  1. Pasir: 50 kg
  2. Semen: 25 kg
  3. Air: disesuaikan
  4. Pengeras beton: 300 Mg
  5. Kawat ukuran 12 mm (untuk rangka): 1 kg
  6. Ram loket: 1 m

” Komposisi ini dirancang untuk memastikan kekuatan dan ketahanan paranje dalam lingkungan laut, sehingga dapat mendukung pertumbuhan terumbu karang yang sehat dan berkelanjutan dan untuk berat kering diestimasi mencapai 75 kg,” kata Salman.

Upaya penyelamatan terumbu karang di Blok Sendulang telah dimulai sejak tahun 2022 dan hingga saat ini, tepatnya tahun 2025, telah mencapai hasil yang signifikan. Setidaknya 420 paranje telah diturunkan di perairan Blok Sendulang.

“Dengan hati-hati, tangan-tangan terampil warga memindahkan ribuan fragmen terumbu karang ke dinding paranje,” ungkap Salman, dengan bangga melihat hasil kerja keras mereka. “Setelah empat tahun berlalu, fragmen karang itu telah tumbuh menjadi terumbu dewasa dan siap menjadi habitat ikan di lingkungan hidupnya,” tambahnya.

Keberhasilan upaya penyelamatan terumbu karang di Blok Sendulang kini mulai terlihat. Jumlah pragmen karang yang dikembangbiakkan telah mencapai 3.479, dan hasilnya sungguh luar biasa. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, kelimpahan ikan karang di Sendulang kini telah menembus angka 950 ekor.

Hasil Pelestarian Terumbu Karang di Blok Sendulang. (Dok. PAS)

“Kami berharap dengan adanya perbaikan habitat, ikan karang di Sendulang terus berkembang biak dengan baik,” ujar Salman, dengan optimisme melihat masa depan ekosistem laut yang lebih seimbang. Menurutnya, ikan karang seharusnya tidak dikonsumsi manusia, karena nilai jualnya akan melonjak jika dibiarkan hidup di habitatnya yang terpelihara.

Warga setempat dapat memanfaatkan potensi ini melalui pengelolaan pariwisata, menjual pemandangan dasar laut yang menakjubkan kepada wisatawan. “Kami yakin, setelah ekosistem terumbu karang Sendulang kembali seperti semula, akan banyak wisatawan yang datang ke sini,” katanya, dengan keyakinan bahwa hal ini akan mendongkrak perekonomian warga setempat.

Mereka dapat menyewakan perahu, menjadi guide snorkeling, menjual hasil laut kepada wisatawan, dan juga cenderamata lainnya. Dengan demikian, upaya penyelamatan terumbu karang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Blok Sendulang: Surga Bawah Laut yang Perlu Dijaga. (Dok. Pertamina)

” Kini, warisan lingkungan yang lestari dan penuh keindahan siap diwariskan ke generasi penerus. Dengan keberhasilan pelestarian terumbu karang di Blok Sendulang, kita dapat melihat keindahan alam laut yang luar biasa, dengan terumbu karang yang sehat dan ikan karang yang berenang bebas,” Pungkasnya. (adv)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement