Connect with us

Regional

Mei 2021, Disdikpora Karawang Berencana Gelar KBM Tatap Muka

Published

on

INFOKA.ID – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menargetkan 60% sekolah di wilayahnya sudah bisa melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka Mei 2021 mendatang.

Menurut Kepala Disdikpora Karawang, Asep Junaedi mengatakan semua guru dan tenaga kependidikan harus mengikuti vaksin Covid-19 terlebih dahulu.

“Untuk daerah-daerah tertentu pembelajaran tatap muka sebenarnya sudah bisa dilakukan Maret ini. Tetapi kami tetap melakukan langkah antisipatif penyebaran virus corona dengan memvaksin para guru,” ujar Asep Junaedi, pada Senin (1/3/2021).

Menurutnya, jumlah guru PNS di Kabupaten Karawang mencapai 14.000 orang, sedangkan guru honorer tercatat 6.470 orang.

Baca juga: 32 Orang di Sukabumi Keracunan Setelah Santap Nasi Boks di Acara Tahlilan

Jika ditambah dengan tenaga kependidikan ada sekira 20 ribu pegawai di lingkungan Disdikpora yang harus divaksin.

Setelah mereka menerima vaksin, lanjut Asep, proses pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan.

“Nanti kami akan mengatur zona mana dulu yang dibolehkan melakukan KBM tatap muka. Tentunya akan dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19,” kata Asep lebih lanjut.

Disebutkan juga, beberapa sekolah sebenarnya tanpa vaksin pun ada yang sudah siap menggelar pembelajaran tatap muka. Namun, agar semua pihak merasa aman dan tenang para guru wajib divaksin terlebih dahulu.

“Kendati sudah para guru sudah divaksin, proses KBM tetap harus menggunakan protokol kesehatan. Sebab, baru guru yang divaksin, sedangkan para muridnya belum,” kata Asep.

Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Tewasnya Pria Bertato yang Tersangkut di KW 9

KBM tatap muka, lanjut dia, akan dilakukan bergiliran. Setiap pertemuan belajar hanya boleh diikuti 1/4 siswa dari total jumlah siswa dalam satu kelas.

Hal itu dilakukan agar para siswa tetap bisa menjaga jarak satu sama lain.

“Kami akan awali KBM tatap muka di daerah yang aman dari penyebaran corona seperti Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan. Untuk wilayah Karawang kota dan Telukjambe akan kami kaji terlebih dahulu,” tutur Asep. (*)