Connect with us

Ragam

LSP Elektroteknika Laksanakan Penyaksian Uji Kompetensi Pertama (Witness) oleh BNSP

Diposting

pada

KARAWANG – LSP Elektroteknika disaksikan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) laksanakan penyaksian uji kompetensi pertama (witness) 2021 di TUK PT. Mutiara Tata Teknika, Cibalongsari, Kecamatan Klari, Minggu (10/10/2021).

Sejumlah skema diujikan dalam ujian kompetensi diantaranya teknisi tata udara sentral dan chiller, teknisi senior tata udara sentral dan chiller dan pemasangan CCTV.

Komisioner BNSP, Mulyanto mengatakan, kesadaran masyarakat untuk memiliki bukti pengakuan kompetensi perlu ditingkatkan guna menjadikan para pekerja yang memiliki keahlian bisa mendapat pengakuan dengan adanya sertifikat kompetensi.

“Uji kompetensi profesi ini diikuti 3 peserta. Ujian dimulai dari sesi wawancara, kecakapan kerja, dan pelaksanaan ujian praktek,” Kata Komisioner BNSP, Mulyanto kepada Infoka.id, Minggu (10/10/2021).

Dijelaskan Mulyanto, sertifikasi BNSP diakui secara nasional dan secara internasional, dimana diakui di 10 negara se Asean.

“Pengakuan atas sertifikat kompetensi ini sebagai bentuk kepercayaan calon konsumen di dunia industri,” terangnya.

Ada yang menarik dalam uji kompetensi profesi kali ini, dimana menjadi yang pertama di indonesia yaitu uji kompetensi Teknik CCTV dan Teknik AC Central.

Ketua LSP Elektroteknika, Drs. Jusuf Bintoro, MT, mengatakan, uji kompetensi dengan skema teknisi tata udara sentral dan chiller, teknisi senior tata udara sentral dan chiller dan pemasangan cctv ini menjadi yang pertama di Indonesia khususnya LSP Elektroteknika.

“Untuk teknisi tata udara sentral dan chiller dan pemasangan CCTV di Karawang sudah bisa mengikuti ujian kompetensi dengan mendaftarkan diri ke PT Mutiara Tata Teknika,” ujarnya.

Dikatakannya, mulai saat ini semua teknisi diwajibkan untuk memiliki sertifikat kompetensi, hal itu dilakukan guna memberikan jaminan jika para teknisi tersebut sudah kompeten yang mana akan kebutuhan teknisi yang kompeten akan semakin besar kedepannya.

Kepala TUK PT Mutiara Tata Teknika, Darwan mengatakan, dalam uji kompetensi kali ini diikuti 3 peserta.

“Durasi ujian kurang lebih satu hari penuh, bisa sampai malam tergantung kemampuan
masing-masing peserta dalam menguasai materi ujian,” terangnya.

Darwan menambahkan, untuk saat ini peserta yang hendak mengikuti Uji Kompetensi bisa mendaftarkan diri ke TUK di masing masing daerah dengan minimal pengalaman selama 2 tahun.

“Saya berharap kedepannya Uji Kompetensi ini bisa sering dilakukan, hal ini tentunya sesuai dengan tingginya pasar yang mewajibkan seorang teknisi memiliki sertifikat kompetensi,” benernya.

Sementara itu, Direktur PT Bascom Integrasi digital, Ade Solihin mengucapkan terima kasih kepada LSP Elektroteknika, BNSP, Kementrian Perindustrian dan PT Mutiara Tata Teknika atas terselenggaranya uji kompetensi.

“Kami berharap dari PT Bascom Integrasi digital yang bergerak dibidang CCTV, sangat berharap kedepannya para teknisi CCTV bisa memiliki sertifikat kompetensi dari BNSP,” katanya.

Diakui Ade, sertifikasi dari BNSP bisa menunjang profesionalisme sebagai instaler yang handal.

“Saya juga berharap kepada pemerintah pusat untuk mensuport lagi para teknisi teknisi CCTV di Indonesia,” harapnya. (rls)

Video:

Advertisement
Tinggalkan pesan

Balas Pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement