Connect with us

Regional

Longsor Putuskan Jalan Utama Penghubung Tasik-Garut, 179 Warga Terancam

Published

on

INFOKA.ID – Jalan nasional yang menghubungkan Garut-Tasik via Cilawu terputus oleh longsor, Sabtu (25/12/2021) sore.

“Yang longsor adalah tebing yang ada di pinggir jalan. Longsoran tersebut menutup jalan penghubung utama dari Garut dan Tasikmalaya,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut Satria Budi.

Material longsor berupa batu, tanah hingga pepohonan menutup badan jalan. Akibatnya kendaraan dari arah Tasik menuju Garut maupun sebaliknya sempat tak bisa melintas.

Petugas gabungan BPBD, TNI dan Polri kemudian langsung melakukan evakuasi material longsor. Sebagian besar longsoran tanah saat ini diketahui sudah berhasil dievakuasi.

Longsor juga terjadi di empat desa di Kabupaten Garut. Longsor tersebut mengancam 179 penduduk. Sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat yang dirasa lebih aman.

Longsor tersebut mengakibatkan tiga bangunan pendidikan, satu posyandu rusak berat. Selain itu, longsor juga mengakibatkan dua akses jalan desa terputus.

Warga yang terdampak berasal dari Desa Mekarmulya, Desa Mekarwangi, dan Desa Selaawi, Kecamatan Talegong; serta Desa Sukamaju, Kecamatan Sukamaju.

“Longsor menyebabkan tiga unit bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan satu unit posyandu rusak berat. Selain itu dua akses jalan desa juga dilaporkan terputus,” kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui keterangan resminya, Sabtu (25/12/2021).

BNPB mengimbau pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan dan siaga menghadapi potensi bahaya susulan.

“BPBD diharapkan dapat memastikan ketersediaan logistik di wilayah berisiko tinggi bencana hidrometeorologi basah sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila dibutuhkan,” ujar Muhari.

Sekadar informasi, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca di sejumlah daerah hingga 30 Desember 2021.

Provinsi Jawa Barat dinyatakan berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa puting beliung maupun hujan lebat yang dapat menimbulkan bahaya lanjutan seperti banjir dan tanah longsor.

“Dalam satu minggu ke belakang, kejadian banjir dan longsor juga dilaporkan terjadi di Jawa Barat seperti banjir di Kabupaten Sumedang, dan pergerakan tanah di Kabupaten Bogor,” beber Muhari. (*)