Regional
Lelang Proyek Pemeliharaan dan Penataan Gedung Obat Baru di Dinkes Purwakarta Jadi Sorotan
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
PURWAKARTA – Kalangan pengusaha di Purwakarta mempertanyakan proses lelang pemeliharaan dan penataan Gedung Obat Baru di Dinas Kesehatan Purwakarta dengan anggaran Rp 466.400.000.
Pasalnya, lelang proyek tersebut dimenangkan CV PBF yang didalam rangking berada di nomor urut 4, sementara pengusaha lain yang menawarkan harga lebih rendah dengan nomor urut paling atas diabaikan begitu saja.
Salah seorang pengusaha yang juga sebagai Direktur CV Karya Indah Diah, SN kepada Infoka, Selasa (14/11/2023) mengatakan, alasan yang dikemukakan panitia untuk memenangkan perusahaan lain dengan menarkan harga yeng lebih tinggi darinya tidak masuk akal
“Saya hanya mendapatkan pemberitahuan, adanya kekurangan persyaratan sehingga jadi gugur, padahal persyaratan yang dikemukakan panitia itu mengada-ngada,” kata Diah.
Ia beralasan ketika panitia menyampaikan pemberitahuan adanya kekurangan persyaratan pihaknya sempat beradu argumen tapi sepertinya panitia tidak bergeming.
“Tiba-tiba kami mendapat kabar bahwa proyek pemeliharaan dan penataan gedung Obat di Dinkes dimenangkan perusahaan lain,” ujar Diah.
Pihaknya mempertanyakan profesionalisme kelompok kerja (Pokja) ULP yang melaksanakan proses lelang di Dinas Kesehatan Purwakarta tersebut.
Dalam laman di LPSE proyek lelang pemeliharaan dan penataan gedung Obat Baru diikuti 17 perusahaan, dari jumlah itu hanya lima perusahaan yang memasukan penawaran dengan penawaran paling rendah (nomor urut 1) CV Tri Karya Abadi dengan penawaran Rp 413.664.846,76 dari pagu Rp 446.400.000, lalu Dahin Mehuli Cemerlang dengan penawaran Rp 414.974.687,70, kemudian CV. Karya Indah dengan penawaran Rp 424.012.580,43, dilanjutkan CV Lavanya Satya dengan harga Rp 439.080.255,78 dan kelima yang jadi pemenang dengan harga Rp 456.148.381,36.
Sementara, Ketua Pusat Pengkaji Pembangunan Purwakarta (KP4) Budi Pratama justru mempertanyakan dalam papan proyek pelaksanaan pemeliharaan dan penataan gedung Obat itu tidak tercantum masa kerja pelaksanaan penataan gedung Obat tersebut mengingat waktu yang terbatas tersebut.
“Apakah proyek ini hanya sekedar untuk menghabiskan anggaran saja, makanya dalam proses lelang terkesan terburu-buru,” katanya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Yandi ketika dihubungi enggen memberikan memberikan jawaban hanya menyarankan menghubungi bagian umum Dinas Kesehatan.
Di lain pihak, Kabag Unit Layanan Pengadaan (ULP) Rudianto hanya menjawab singkat, ” Masih rapat,” katanya. (Taufik Ilyas)


You may like

Cerita Mahasiswa Internasional UNSIKA: Memperluas Pengalaman Akademik dan Budaya di Karawang

UNSIKA Terima 12 Mahasiswa Internasional dari 6 Negara pada Tahun Akademik 2026

Sambut Hari Jadi ke-393, Pemkab Karawang Bebaskan Denda dan Diskon Pajak PBB-P2

Polresta Karawang Gelar Lomba Polisi Cilik dan Ketangkasan Baris-Berbaris Tingkat SD-SMA

Pimpinan Baru MBC Palembang Chapter: Tri Martono Siap Gebrak Lewat Solidaritas, Aksi Sosial, dan Disiplin Berkendara

Bupati Instruksikan Clean Up, Pesisir Karawang yang Tercemar Limbah Mulai Dibersihkan
Pos-pos Terbaru
- Cerita Mahasiswa Internasional UNSIKA: Memperluas Pengalaman Akademik dan Budaya di Karawang
- UNSIKA Terima 12 Mahasiswa Internasional dari 6 Negara pada Tahun Akademik 2026
- Sambut Hari Jadi ke-393, Pemkab Karawang Bebaskan Denda dan Diskon Pajak PBB-P2
- Bukan Sekadar Seremonial, Gebyar Merdeka 2026 Sulap Ikon Palembang Jadi Panggung Seni Akbar
- Polresta Karawang Gelar Lomba Polisi Cilik dan Ketangkasan Baris-Berbaris Tingkat SD-SMA






