Regional
KPU Karawang Perbaiki 357 Pelanggaran Saat Coklit Data Pemilih Pilkada 2024
Published
2 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang memperbaiki pelanggaran yang terjadi saat kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) pemilih untuk Pilkada 2024.
Hal ini sebagai tindak lanjut atas rekomendasi dan saran dari Badan Pengawas Pemilu setempat.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Karawang, Mari Fitriana mengatakan sejumlah kekeliruan selama tahapan coklit telah diperbaiki terkait pelanggaran atau kesalahan prosedur coklit.
Mari mengatakan, di antara temuan Bawaslu Karawang ialah adanya rumah yang belum dilakukan coklit, tetapi telah ditempelkan stiker dan begitu juga sebaliknya. Hal tersebut telah diselesaikan.
“Catatan Bawaslu mulai ada rumah yang sudah dilakukan coklit tetapi tidak ditempel stiker, lalu ada rumah yang sudah ditempel stiker tetapi belum coklit. Itu sudah ditindaklanjuti,” kata Mari dikutip Selasa (30/7/2024).
Selain itu, ada juga catatan yang menyebutkan bahwa sejumlah petugas pemutakhiran data pemilih dari KPU, yang namanya tercantum dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). KPU Karawang juga telah melakukan klarifikasi terkait hal tersebut.
“Mereka sudah membuat surat pernyataan termasuk juga surat pernyataan dari partai politik bahwa mereka belum pernah sama sekali menjadi anggota dan pengurus partai politik,” katanya.
Sebelumnya, Bawaslu Karawang telah menemukan ratusan pelanggaran dalam kegiatan coklit data pemilih pada Pilkada 2024.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Karawang Ade Permana menyebutkan terdapat 357 temuan kesalahan prosedur dalam melakukan coklit, atau tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2024.
Jenis pelanggarannya beraneka ragam, antara lain, tidak ada penyesuaian data antara KK/KTP dalam coklit, tidak ditempel stiker, stiker yang ditempel tidak ditulis identitas pemilih, serta menempelkan dua buah stiker di satu KK yang dilakukan coklit.
Jenis pelanggaran atau kesalahan prosedur lainnya ialah petugas tidak mencatat pemilih yang memenuhi syarat, tidak mencatat pemilih disabilitas di kolom disabilitas, tidak memberikan tanda bukti coklit, dan tidak mencoret pemilih yang sudah meninggal dunia.
Selain itu, ada juga temuan petugas yang melakukan coklit tiga KK berbeda dalam satu rumah, tetapi disatukan dalam satu stiker, padahal seharusnya tiga stiker.
“Di luar 357 temuan dari beragam jenis temuan tersebut, Bawaslu Karawang juga menerima laporan bahwa adanya kegiatan coklit, yang dilakukan oleh joki, bukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih,” kata Ade.
Khusus kasus joki ini, kata Ade Permana, Panwaslu Kecamatan sudah menyurati Panitia Pemilihan Kecamatan untuk melakukan coklit ulang. (*)
You may like

Gelar Senam Kormi Karawang Maju, Korwil Cambidik Wilayah 8 Rengasdengklok Pererat Silaturahmi Antar Pendidik

Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon

Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026

Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang

Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!

Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah
Pos-pos Terbaru
- Gelar Senam Kormi Karawang Maju, Korwil Cambidik Wilayah 8 Rengasdengklok Pererat Silaturahmi Antar Pendidik
- Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon
- Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026
- Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur
- Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang







