Ragam
Komunitas Pushbike Karawang Jadi Ajang Kumpul Plus Olahraga Anak
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Membangun chemistry atau bonding antara orang tua dan anak harus dilakukan sedini mungkin. Banyak orang tua kebingungan cara untuk membangun bonding itu, sedangkan di sisi lain, tuntutan pengasuhan semakin tinggi, pengaruh buruk pun bisa datang dari manapun seperti televisi dan handphone.
Kegelisahan inilah yang akhirnya membuat Farid M bersama sejumlah orang tua anak semangat untuk membentuk Komunitas Pushbike di Karawang, tepatnya pada 18 Oktober 2020.
“Awal dibentuk sekitar 10 member, mayoritas diikuti anak mulai dari 1,5 tahun hingga 6 tahun. Saat ini sudah ada kurang lebih 150 member,” kata Farid.
Pushbike merupakan sepeda roda dua tanpa pedal, tanpa rantai, tanpa sistem penggerak, juga tanpa rem. Sesuai dengan namanya pushbike bisa bergerak ketika anak melakukan “push” atau tekanan dan mendorong sepeda untuk melaju.
Dikatakan Farid, pushbike memiliki banyak sekali manfaat, di antaranya adalah dapat melatih keseimbangan dan koordinasi mata dan kaki anak.
Ketika anak melakukan gerakan melaju dengan sepeda, anak akan belajar insting kapan dia harus melaju kencang atau mengurangi kecepatannya bahkan kapan ia harus berhenti itu akan terpogram otomatis oleh otak dan gerakan kakinya.
Pushbike Karawang memiliki agenda rutin mingguan yaitu latihan bersama (latber). Lokasi latber diadakan di beberapa tempat, di antaranya di halaman Mal Festive Walk, di Mal KCP, Karawang Night Festival (Karnival), dan area Gramedia World Karawang.
Selain latber rutin, Pushbike Karawang juga mengadakan latber persiapan race. Race adalah kompetisi pushbike yang diadakan oleh komunitas-komunitas pushbike di seluruh Indonesia.
Selama 2 tahun ini, Pushbike Karawang telah mengirimkan delegasinya ke beberapa event race di seluruh Indonesia. Dari delegasi yang dikirimkan, tak jarang perwakilannya memperoleh podium (juara).
“Race Pushbike ini bisa melatih jiwa kompetisi anak, selain itu anak juga berlatih untuk memiliki mimpi/harapan dan berjuang untuk mewujudkannya,” kata Swastika Palupi salah seorang wali rider Pushbike Karawang.
Jiwa kompetisi adalah salah satu skill yang harus ditanamkan pada anak-anak supaya kelak anak memiliki kemampuan bersaing di dunia kerja/profesional.
Farid berharap, Pushbike Karawang bisa menjadi kegiatan positif anak-anak di akhir pekan. Ketika di luar sana banyak anak kecanduan gadget/televisi, komunitas ini mengajarkan anak berlatih, memiliki target dan melakukan aktivitas positif bersama teman sebayanya. (adv)


You may like

Sambut Menteri Lingkungan Hidup, FORDAS Cilamaya Siap Jadi Mitra Kritis

Dua Arahan Tegas Kapolres Karawang, Siaga Pengamanan May Day dan Zero Pelanggaran Anggota

Sanema Tour Gelar Halal Bihalal Akbar, Reunikan Ribuan Alumni Jamaah Umrah Karawang Sejak 8 Tahun Lalu

Berawal dari Razia Helm, Satlantas Polres Karawang Ringkus Pengedar Sabu di Bundaran Ciplaz

Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC

Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS
1 Comment
Leave a Reply
Batalkan balasan
Leave a Reply
Pos-pos Terbaru
- Sambut Menteri Lingkungan Hidup, FORDAS Cilamaya Siap Jadi Mitra Kritis
- Ogah Cuma Formalitas! Sekda Muba Pasang Badan, Siap ‘Bongkar’ Anggaran 2026 Demi Rakyat
- Dua Arahan Tegas Kapolres Karawang, Siaga Pengamanan May Day dan Zero Pelanggaran Anggota
- Sanema Tour Gelar Halal Bihalal Akbar, Reunikan Ribuan Alumni Jamaah Umrah Karawang Sejak 8 Tahun Lalu
- NasDem Sumsel Siapkan Amunisi Gen z Ubah Stigma Politik Kotor Jadi Gerakan Perubahan







gralion torile
17 Agustus 2022 at 22:06
Pretty section of content. I just stumbled upon your weblog and in accession capital to assert that I acquire in fact enjoyed account your blog posts. Any way I will be subscribing to your feeds and even I achievement you access consistently quickly.