Regional
Komnas PA Jabar: Kemiskinan Jadi Penyebab Kejahatan yang Menimpa Anak di Karawang
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Komisioner Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jawa Barat menyatakan kasus kejahatan yang menimpa anak di Karawang disebabkan oleh kemiskinan. Hal itu berdasarkan dari sejumlah kasus kekerasan yang menimpa anak-anak di Karawang.
Komisioner Komnas PA Jabar, Wawan Wartawan menuturkan, adanya kasus kekerasan anak di Karawang salah satu karena faktor kemiskinan.
Terlihat dari dua kasus menonjol yang terjadi kurang dari sebulan ini, misalnya, sama-sama dipicu oleh kemiskinan.
“Kasus-kasus kekerasan dan kriminal itu lagi-lagi berkaitan dengan kemiskinan. Faktor utamanya kemiskinan,” kata Wawan dalam keterangannya, pada Rabu (1/6/2022).
Wawan mencontohkan kasus S (14) yang disiksa kakak iparnya sendiri sampai meninggal, lalu digantung di bawah jembatan, dipicu karena cekcok hutang. S kerap menghutangi pelanggan bensin eceran milik pelaku.
Lalu kasus M (15), gadis di bawah umur yang terpaksa bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Ia diperkosa oleh majikannya sampai melahirkan.
“Kasus-kasus kekerasan dan kriminal itu lagi-lagi berkaitan dengan kemiskinan. Faktor utamanya kemiskinan. Peristiwa yang menimpa M, harusnya seusia itu masih sekolah. Haknya untuk memperoleh pendidikan hilang karena keterbatasan ekonomi sehingga dia terpaksa bekerja,” katanya.
Karena itu, kata Wawan, pihaknya meminta pemerintah daerah Karawang melakukan akselerasi kebijakan untuk meminimalisir kemiskinan. Minimal, anak-anak yang berada di angka kemiskinan bisa mendapatkan hak-haknya. Seperti hak mendapatkan pendidikan yang layak.
“Jangan sampai ada lagi kasus anak 15 tahun harus mengorbankan sekolahnya dengan iming-iming memperoleh kehidupan yang layak, tapi malah jadi boomerang,” sambungnya.
Wawan mengatakan pemerintah daerah jangan hanya membuat teori-teori di atas kertas. Apalagi hanya melihat Karawang dari laporan stafnya.
“Pimpinan harus rajin keliling, jangan hanya terima laporan dari anak buah saja,” katanya.
Pemerintah daerah sebetulnya punya program di Dinas Sosial Karawang yang bisa dimanfaatkan. Program tersebut adalah LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) yang setiap tahun mendapatkan gelontoran dana miliaran rupiah.
Akan tetapk kehadiran LKSA ini terlihat tidak maksimal dalam melakukan pembiaan terhadap anak-anak. Apagi LKSA pernah mendapatkan catatan hitam dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Republik Indonesia. Program LKSA tahun 2021 jadi temuan BPK RI karena dana yang keluar tidak sesuai dengan dana yang diterima.
“Tentu ini harus menjadi perhatian serius pemda, agar jangan sampai anak-anak terlantar karena kemiskinan dan faktor keluarga lainnya,” tandasnya. (*)


You may like

Gagalkan Penyelundupan Narkotika ke Dalam Lapas, Polres Karawang Dalami Jaringan Pemasok dari Luar

Tim Sanggabuana Polres Karawang Ringkus Pelaku Curanmor, Terungkap dari Jejak Penjualan Motor Curian di Facebook

Bank BJB Karawang Berbagi Keberkahan Iduladha, Salurkan Sapi dan Domba untuk Masyarakat

Wujud Kepedulian Sosial, Polres Karawang Gelar Jumat Berkah

Dalih Antar Pulang Anak Mengaji, Pria diKarawang Tega Cabuli Bocah 5 Tahun

Empat Saksi Sudah Diperiksa, Polres Karawang Tegaskan Kasus Kekerasan Seksual Anak Masih Berproses
Pos-pos Terbaru
- Gagalkan Penyelundupan Narkotika ke Dalam Lapas, Polres Karawang Dalami Jaringan Pemasok dari Luar
- Tim Sanggabuana Polres Karawang Ringkus Pelaku Curanmor, Terungkap dari Jejak Penjualan Motor Curian di Facebook
- Bank BJB Karawang Berbagi Keberkahan Iduladha, Salurkan Sapi dan Domba untuk Masyarakat
- Wujud Kepedulian Sosial, Polres Karawang Gelar Jumat Berkah
- Dalih Antar Pulang Anak Mengaji, Pria diKarawang Tega Cabuli Bocah 5 Tahun






