Connect with us

Regional

Ketua PGRI: Laporan Mark-Up Harga Buku Ramadhan Harus Diarahkan ke Percetakan

Published

on

KARAWANG – Ketua PGRI Rengasdengklok, Dadah Dahlan, menyatakan bahwa laporan dan informasi terkait dugaan mark-up harga pada kegiatan pengadaan buku ramadhan harus diarahkan ke usaha percetakan dan sumber buku tersebut, bukan ke sekolah. Menurutnya, sekolah hanya menerima dan membagikan buku ramadhan kepada siswa.

Pembagian Buku Ramadhan di SD Dukuhkarya Bermula dari Rencana Libur Sekolah Selama Sebulan

Menurut Kepala Sekolah SD Dukuhkarya, pembagian buku ramadhan bagi siswa-siswi dimulai karena rencana pemerintah pusat untuk meliburkan sekolah selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan tahun 2024.

Namun, rencana tersebut dibatalkan dan siswa-siswi hanya libur selama satu pekan.

Tujuan buku ramadhan adalah untuk memberikan tugas bagi siswa-siswi selama bulan ramadhan di rumah.

Kepala sekolah menekankan bahwa sekolah hanya menerima dan membagikan buku ramadhan kepada siswa, sehingga laporan dan informasi terkait dugaan mark-up harga harus diarahkan ke usaha percetakan dan sumber buku tersebut.

“Secaraa umum, tujuan dari buku ramadhan ini positif untuk memberikan tugas bagi siswa siswi selama bulan ramadhan di rumah. Terkait untuk laporan dan informasi yang dilayangkan ke Kejaksaan Negeri Karawang, mestinya diarahkan ke usaha Percetakan dan sumber buku tersebut, sekolah hanya menerima dan membagikan ke siswa,”jelasnya.(sgt)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement