Regional
Ketua ADVOKAI Desak Bupati Audit Dugaan Mark Up Petugas Keamanan RSUD Karawang
Published
7 bulan agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Dugaan mark up jumlah petugas keamanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang mencuat dan menjadi sorotan publik. Sejumlah tokoh di Kabupaten Karawang mendesak Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh untuk turun tangan serta mengambil langkah tegas menyikapi persoalan tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah petugas keamanan dalam kontrak kerjasama antara RSUD Karawang dan pihak vendor tercatat sebanyak 40 personel. Namun, jumlah petugas yang bertugas di lapangan disebut hanya 28 personel. Informasi tersebut dibenarkan oleh pihak Humas RSUD Karawang.
“Kalau di kontraknya memang 40 orang,” ujar Luthfi kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Meski demikian, Luthfi enggan menjelaskan lebih lanjut terkait dugaan adanya pemotongan upah maupun selisih jumlah personel. Ia menyatakan bahwa persoalan tersebut merupakan tanggungjawab pihak vendor penyedia jasa keamanan.
“Yang penting ada petugas yang berjaga dan pelayanan tidak terganggu. Untuk urusan pemotongan upah dan jumlah petugas itu ranahnya vendor,” tandasnya.
Salah satu tokoh yang mendesak penanganan serius atas persoalan tersebut adalah Ketua ADVOKAT Kongres Advokat Indonesia (ADVOKAI) Kabupaten Karawang, Nana K. Kustara, SH. MH. Ia menilai dugaan manipulasi jumlah petugas keamanan di RSUD Karawang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Menurut Nana, Bupati memiliki kewenangan untuk memerintahkan Inspektorat Kabupaten Karawang melakukan audit secara menyeluruh guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam pengadaan jasa pengamanan tersebut.
“Bupati melalui inspektorat harus melakukan audit mendalam terkait dugaan mark up jumlah petugas keamanan RSUD Karawang. Jika dibiarkan, hal ini akan menjadi citra buruk Pemerintah Daerah di mata masyarakat,” jelasnya, Selasa (20/1/2025).
Nana menegaskan, persoalan tersebut harus ditangani secara serius karena berpotensi mengarah pada dugaan tindak pidana serta menimbulkan kerugian keuangan daerah apabila mark up benar terjadi.
Lebih lanjut, Nana juga menduga adanya persekongkolan antara pihak vendor dengan manajemen RSUD Karawang dalam kasus tersebut.
“Saya menduga ada kongkalikong dalam mark up jumlah petugas keamanan ini. Dugaan tersebut harus diusut tuntas agar tidak menimbulkan preseden buruk dalam pengelolaan anggaran daerah,” pungkasnya. (rls)


You may like

Polresta Karawang Gelar Lomba Polisi Cilik dan Ketangkasan Baris-Berbaris Tingkat SD-SMA

Pimpinan Baru MBC Palembang Chapter: Tri Martono Siap Gebrak Lewat Solidaritas, Aksi Sosial, dan Disiplin Berkendara

Bupati Instruksikan Clean Up, Pesisir Karawang yang Tercemar Limbah Mulai Dibersihkan

Penanganan Limbah Hitam di Cibuaya: Jalur Hukum Menunggu Hasil Lab, Pembersihan Pantai Tetap Berjalan

Tabligh Akbar UNSIKA Berhaji, Dosen dan Mahasiswa Diajak Mulai Persiapkan Tabungan Haji

DPRD Karawang Kawal Penanganan Ceceran Minyak Pantai Tanjungpakis dan Cemarajaya
Pos-pos Terbaru
- Bukan Sekadar Seremonial, Gebyar Merdeka 2026 Sulap Ikon Palembang Jadi Panggung Seni Akbar
- Polresta Karawang Gelar Lomba Polisi Cilik dan Ketangkasan Baris-Berbaris Tingkat SD-SMA
- Pimpinan Baru MBC Palembang Chapter: Tri Martono Siap Gebrak Lewat Solidaritas, Aksi Sosial, dan Disiplin Berkendara
- Bupati Instruksikan Clean Up, Pesisir Karawang yang Tercemar Limbah Mulai Dibersihkan
- Penanganan Limbah Hitam di Cibuaya: Jalur Hukum Menunggu Hasil Lab, Pembersihan Pantai Tetap Berjalan






