Connect with us

Nasional

Kendalikan Inflasi, Pemerintah Salurkan Bantuan Beras 10 Kg Untuk 21,353 Juta Warga

Published

on

INFOKA.ID – Pemerintah menyalurkan bantuan beras tahap kedua Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada 21,353 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama tiga bulan ke depan sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi.

“Ini merupakan langkah intervensi yang perlu dilakukan pemerintah agar harga beras dapat kembali stabil. Di samping itu, sebagaimana arahan Bapak Presiden Joko Widodo, bantuan pangan beras ini juga untuk membantu mengendalikan inflasi di daerah-daerah,” kata Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (12/9/2023).

Sebagaimana diketahui, bantuan pangan beras tahap pertama telah rampung disalurkan sejak April hingga Juli 2023. Dengan sasaran target 21,353 juta KPM di 38 Provinsi dengan jumlah total beras mencapai 640 ribu ton telah berhasil direalisasikan secara kolaboratif.

Keberhasilan tersebut merupakan buah dari sinergi dan kolaborasi seluruh pihak terkait, baik unsur kementerian/lembaga, BUMN, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, lembaga kemasyarakatan, hingga Satgas Pangan Polri.

“Kita memang perlu kembali melaksanakan program bantuan beras yang digagas Bapak Presiden Joko Widodo ini, karena mampu memberikan manfaat besar serta dampak positif bagi stabilitas perekonomian dan ketahanan pangan nasional. Program ini memang didesain untuk memberikan multiplier effect, terutama untuk pengendalian inflasi nasional,” jelas Arief.

Menurut Arief, untuk meminimalkan kesalahan di lapangan, diperlukan pengecekan silang data penerima bantuan pangan beras tersebut sehingga bisa tepat sasaran.

“Khusus distribusi ke daerah Tertinggal, Terluar, Terdepan dan Perbatasan (3TP) diperlukan efektivitas pengiriman, misalnya dengan langsung mengirimkan sekaligus untuk paket bantuan dua atau tiga bulan. Ini semata-mata untuk akselerasi pengiriman agar cepat tersampaikan,” ucap Arief.

“Tentunya dengan adanya bantuan pangan beras yang digelontorkan ke masyarakat seperti ini, seyogyanya dapat menekan harga di pasar. Apalagi ini dilaksanakan selama tiga bulan dan itu ekuivalen sekitar 7 sampai 8 persen. Kita akan terus berupaya menekan harga beras di pasar sehingga masyarakat tidak perlu cemas dan panic buying,” pungkas Arief. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement