Nasional
Kementan: Stok Pupuk di Wilayah Pantura Aman
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim di sejumlah gudang, stok pupuk di wilayah Pantura aman. Stok tersebut dinilai mencukupi jelang pertanaman padi musim gadu.
Hal itu disampaikan Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan Muhammad Hatta saat memantau stok pupuk di Gudang Lini 3 Pupuk Kujang Sukra, Indramayu, pada Selasa (6/4/2021).
“Jadi setelah memantau, di wilayah Pantura, seperti Karawang, dan Indramayu, itu gudang penuh oleh stok pupuk, dan dirasa stok pupuk itu aman jelang musim tanam gadu ini,” katanya.
Setelah mengecek langsung, Hatta pun mengecek kios pupuk Sumari Tani, Desa Pamayahan, Lohbener, Indramayu. Menurutnya, dipastikan harga pupuk sesuai harga eceran tertinggi (het).
“Tidak ada kenaikan harga di tingkat kios. Kita bersama KTNA sudah cek langsung ke kios-kios,” kata Hatta.
Sementara itu, di Karawang stok pupuk terpantau aman. Di sejumlah gudang pupuk, tumpukan karung tersusun rapi dan siap didistribusikan untuk musim tanam selanjutnya.
“Di beberapa kios stok pupuk juga tersedia. Di Toko Santani, Lamaran misalnya, pupuk urea, phonska dan berbagai pupuk lainnya terpantau berderet dengan rapi menunggu pembeli,” pungkasnya.
Di samping itu, Endjam Djamsir, Ketua KTNA Karawang sekaligus Wakil Ketua KTNA Jawa Barat menuturkan, distribusi pupuk kepada petani saat musim tanam yang lalu berjalan optimal.
Buktinya, kata Endjam, terlihat dari hasil panen petani Karawang yang melimpah. Tercatat, di musim panen ini, Karawang menghasilkan 1,3 juta ton gabah kering giling.
“Jumlah itu melebihi target pemerintah. Karawang sangat surplus Artinya jika hasil panennya melimpah, sawah dipupuk dengan baik,” kata Endjam.
Adapun yang jadi keluhan petani saat ini bukanlah kelangkaan pupuk, melainkan harga gabah yang masih di bawah harga pokok penjualan (HPP). Saat ini beberapa daerah di Karawang gabah dibeli sekira Rp 3.800 padahal Harga gabah seharusnya Rp 4.200 per kg.
“Sebenarnya masalah petani saat ini di harga gabah bukan stok pupuknya,” kata Endjam.
Harga gabah yang anjlok juga dibenarkan Sutatang, dari KTNA Indramayu. Ia menuturkan harga gabah di Indramayu berada di kisaran Rp 3800 hingga Rp 4000 per kg.
“Harga itu di bawah harga pokok pemerintah. Penyebabnya, karena saat ini sedang panen raya dimana-mana. Alhasil hukum ekonomi berlaku, ketika beras banyak maka harga akan turunkaren warga mudah mendapatkan beras,” kata Sutatang.
Dari data yang dituturkan Kementan, stok pupuk di Karawang pada Senin, 5 April 2021 mencapai 2.111,68 Ton. Rinciannya, Urea 728,23 Ton, NPK 1110,65, dan Organik 272,80 ton.
Adapun di Indramayu, stok pupuk pada Senin, 5 April 2021 mencapai 2.782,37 Ton. Rinciannya, Urea 963,37 Ton, NPK 666 ,25 Ton dan Organik 1152,75 Ton. (*)
Sumber: Detikcom

You may like

Polres Subang Ringkus Komplotan Begal yang Kerap Beraksi di Pantura

Pupuk Indonesia Imbau Kios dan Distributor Tertib

78 U-Turn di Jalur Pantura Karawang Ditutup saat Mudik 2024

Polri Siapkan Tiga Jalur Alternatif Pantura Untuk Pemudik Lebaran 2024

Jalan Rusak Parah di Pantura Karawang Segera Diperbaiki

Jas Pontren Pantura Gelar Doa Bersama dan Deklarasi Pemilu Damai
Pos-pos Terbaru
- Unsika Resmi Mulai Pembangunan Amphitheatre dan Gedung Hortikultura di Kampus 2
- NOEND Merilis Single “Maafkan”:Penyesalan Yang Tak Pernah Selesai, Dibalut Melodic Metalcore Dari Indonesia
- H-Beberapa Hari Jelang Pelantikan, Panitia IKA Muba Pastikan Seluruh Agenda Siap Dieksekusi
- Tim Gabungan Ormas Dan LSM Muba Temukan Angkutan Minyak Illegal/Bleaching Keluar Wilayah Musi Banyuasin
- Disnakertrans Karawang Dorong Dunia Kerja Inklusif dan Setara untuk Penyandang Disabilitas






