Regional
Kelompok Tani Sri Rahayu 11 Tuntut Pembangunan Saluran Air
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG– Kelompok Tani Srirahayu 11 Desa Labanjaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang Jawa Barat, keluhkan saluran air yang selama ini belum ada perbaikan dari pemerintah.
Tokoh petani setempat, Ismail (60) mengatakan, saluran air untuk mengairi area persawahan dua Desa yaitu Desa Labanjaya dan Desa Pusakajaya selatan yang luasnya 200 hektar, selama ini belum ada perhatian sama sekali dari Pemerintah terutama dari Dinas Pertanian Kabupaten Kabupaten Karawang.
“Makanya kondisi tanggul saluran air atau yang dibilang drainase kondisinya rusak parah. Justru jika turun hujan apalagi musim hujan turun nya air bisa membanjiri semua area persawahan. Pasalnya tidak ada tanggul untuk pembatas jalan air tersebut,” ucapnya, Senin (20/6/2022).
Ismail sangat berharap sekali baik itu pemerintah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Karawang agar segera membangun draenase saluran air yang ada di dua desa tersebut.
“Dari seluas 200 hektar area persawahan belum ada yang dibuat draenase pake pasir dan batu semuanya masih tanah berlumpur. Oleh karena itu kalau ini dibiarkan berlarut larut petani di wilayah kami gak akan maju,” ucapnya.
“Bila panen tiba ongkos angkutnya mahal dua puluh ribu perkarung karena gak bisa diangkut oleh ojek motor harus diseret pake karung lewat air. Sekali lagi saya berharap terutama buat ibu Bupati Karawang ibu Cellica Nurchadiana tolong perhatikan petani di desa Labanjaya,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Kelompok Tani Sri Rahayu 11, Badrudin menambahkan, jika pengajuan turap 600 meter yang terdapat dalam proposal baru terealisasi 160 meter.
“Berhubung baru dikasih sepanjang 160 meter jadi baru sebelah yang dibuatkan turap. Harapan kami yang mewakili para petani diwilayah Desa Labanjaya agar bisa segera direalisasi untuk kekurangannya, sehingga para petani bisa terakomodir untuk mengairi sawahnya,” jelasnya.
“Saat ini masih banyak kekurangan saluran air untuk mengairi sawah yang kondisinya tanah. Baru ini yang panjangnya 160 meter biarin baru sebelah juga lumayan jadi air lancar. Jangan seperti sekarang kalau musim panem tiba mengamut padi sulit. Akan otomatis roda perekonomian rakyat petani jadi terganggu gak pernah untung karena jalannya rusak,” pungkasnya. (ded)

You may like

Kepala Disdikbud Karawang Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotik Dan Gigih Membangun Bangsa

Lewat Pasporia, Imigrasi Karawang Buka Layanan Paspor di Akhir Pekan

Kapolresta Karawang Tegaskan Larangan Vape: Polres, Polsek, hingga Pospol Harus Steril

Fondasi Indonesia Emas 2045, Cellica Nurrachadiana Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga dari Tingkat Desa

PT Pindo Deli 2 Buka Suara Soal Dugaan Kebocoran Kimia di Karawang: Dipicu Kaporit Terkena Air Hujan

Imigrasi Karawang Resmikan Beranda Imigrasi, Cegah TPPO dan Tingkatkan Pelayanan bagi CPMI
Pos-pos Terbaru
- Kepala Disdikbud Karawang Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotik Dan Gigih Membangun Bangsa
- Lewat Pasporia, Imigrasi Karawang Buka Layanan Paspor di Akhir Pekan
- Kapolresta Karawang Tegaskan Larangan Vape: Polres, Polsek, hingga Pospol Harus Steril
- Fondasi Indonesia Emas 2045, Cellica Nurrachadiana Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga dari Tingkat Desa
- Dari Hunian Terjangkau Menuju Kota Yang Hidup, HWB Purwakarta Mulai Serah Terima 1.500 Unit






