Connect with us

Regional

Kecewa Pelayan, Keluarga di Karawang ini Tinggalkan Rumah Sakit

Published

on

KARAWANG – Keluarga pasien BPJS Kesehatan merasa kecewa dengan pelayanan Rumah Sakit (RS) Primaya. Pasalnya, pasien harus mendapat penanganan dengan cepat dalam perawatan karena penyakit jantung, pada Selasa (30/5/2023) dini hari. Namun, pasien harus menunggu selama 5 jam dari pukul 9 malam sampai pukul 2 dini hari di ruang HCU.

Kondisi tersebut memicu emosi salah satu anak pasien bernama Lili Ahmad Sopyan warga Kecamatan Telukjambe Timur yang kecewa dengan pelayanan rumah sakit.

“Ibu mertua saya kan sakitnya jantung dan sebagai anak pastinya pengen pelayanan yang bagus buat orang tua. Saat masuk memang pakai BPJS kelas 1, namun pelayanan yang saya rasakan mengecewakan. Kemudian kita memutuskan tidak menggunakan BPJS Kesehatan ke pihak rumah sakit dan saat itu ditawari kamar deluxe dan sudah bayar DP Rp 5 juta, namun ternyata penuh,” kata keluarga pasien BPJS Kesehatan, Lili Ahmad Sopyan saat dikonfirmasi awak media, Selasa (30/5/2023).

“Ternyata ada yang kosong di kamar sweet room, namun bukannya langsung masuk kamar malah ada bahasa dari pihak rumah sakit yang menyinggung sehingga saya terpancing emosi,” tambahnya.

Lili mengatakan, ia ingin memberikan yang terbaik demi kesembuhan orang tua pastinya. Ia siap membayar berapapun demi pihak rumah sakit memberikan pelayanan yang maksimal bagi orang tuanya.

“Kemudian kata pihak perawat rumah sakit itu bilang, ada ruangan yang kosong tapi nunggu pasien lain mau pulang sebentar lagi karena masih beres-beres,” ucapnya.

“Kami sudah kepalang kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak RS Primaya Karawang. SOP-nya sudah jelas, masa ada pasien yang dipaksakan untuk pulang di tengah malam begitu sih. Ya lebih baik orang tua kami saja yang pulang daripada harus pasien lainnya yang harus dipaksa pulang. Orang tua kami jelas bisa di berikan pelayanan lebih dari sejumlah RS ternama lainnya di Karawang,” tambahnya.

Di balik peristiwa tersebut, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, termasuk pihak legislatif di Komisi IV DPRD Karawang bidang kesehatan, untuk turun tangan guna mengevaluasi SOP layanan kesehatan yang ada di RS Primaya Karawang.

” Perlu diketahui, ibu saya (pasien) juga merupakan pensiunan tenaga medis sebagai bidan. Tentunya melihat pelayanan rumah sakit yang terkesan menyepelekan tersebut membuat keluarga kami terutama saya merasa sangat kecewa,” kesalnya.

Sementara itu, saat awak media meminta konfirmasi lewat whatsapp ke Humas RS Primaya, hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan. (red)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement