Regional
Kecewa Pada Pemkot Bandung, Relawan Pikul Jenazah Covid-19 Mogok
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Puluhan relawan pikul jenazah COVID-19 di TPU Cikadut, Kota Bandung mogok. Hal itu disebabkan para relawan kecewa kepada Pemkot Bandung.
Akibatnya, jenazah COVID-19 yang harus dimakamkan di TPU Cikadut digotong oleh ahli waris.
Menurut Dede (60), dia harus memakamkan jenazah adiknya karena tidak ada orang yang memikulnya. Karena para relawan mogok, Dede dan keluarga akhirnya memutuskan untuk memakamkan jenazah adiknya sendiri dibantu oleh sopir ambulans dan dua orang petugas dari rumah sakit.
“Waktu ambulans kenapa lama, karena alasannya tidak ada orang yang memikulnya. Setelah konfirmasi ke sini yang pikul jenazah tidak ada, terus saya konfirmasi ke rumah sakit ada enggak yang menggotong jenazah, tidak ada,” kata Dede.
“Akhirnya mau enggak mau keluarga yang turun tangan, kebetulan keluarga sudah ada. Kita sempat kebingungan, pertama saya enggak punya APD pas di rumah sakit, saya juga enggak bisa harus gimana,” jelasnya.
Dede meminta kepada Pemkot Bandung agar segera mengambil langkah agar hal seperti ini tidak terulang.
“Ini bukan pekerjaan saya, umum-nya di rumah sakit ada tim, di sini juga ada, tapi ada demo, ya gimana ini. Harapan saya ke Pemkot tolong kepada pihak terkait tolong dikonfirmasi jalan yang baik karena maaf di pemakaman harus ada take and give. Kita harus jelas, kalau dia memberikan jasa (relawan pikul) apa salahnya, enggak ada salahnya. Apalagi orang-orang di sini tidak ada pemaksaan, mereka welcome,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Relawan Pikul Jenazah COVID-19 Fajar Ifana mengatakan pihaknya menghentikan sementara aktivitas karena kecewa kepada pemerintah dan orang-orang yang menghujat para relawan.
“Sebenarnya kita juga bukan tidak ada rasa kemanusiaan untuk menolong lagi. Kita juga memiliki perasaan karena banyaknya hujatan dari netizen, orang awam dan pejabat yang kata-katanya kurang pas,” kata Fajar di TPU Cikadut.
Akibat aktivitas para relawan pikul itu berhenti sementara, sejak tadi pagi ada tiga jenazah yang harus digotong pihak keluarga ke liang lahat. Bahkan, ada juga ahli waris yang tidak menggunakan APD menggotong peti jenazah ke liang lahat.
“Kita menghentikan aktivitas memikul dan memakamkan jenazah,” ucap Fajar
Fajar mengungkapkan alasan lainnya yang membuat pihaknya benar-benar terpaksa berhenti memikul jenazah. “Kita betul-betul selama 11 bulan tanpa ada perhatian dari pemerintah, mungkin saatnya sekarang pemerintah memperhatikan kita. Mohon diperhatikan dan untuk ke depannya ini satu acuan untuk para pejabat jangan hanya melihat ke atas, lihat ke akarnya ke bawah,” tutur Fajar. (*)
Sumber: Detikcom


You may like

PT Permata Buana Putra Gugat Media Online Sebar Fitnah, Dirut: Kami Taat Aturan

Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Membuka Rakerwil FK-PKBM Provinsi Jawa Tahun 2026

UMKM Lapas Jabar Bersinar: Produk Sabut Kelapa Diekspor ke 4 Negara

Nyalakan Harapan, PLN UID Jawa Barat Sambungkan Listrik Gratis untuk 844 Keluarga Kurang Mampu di Momen HLN ke-80

Bahas Kolaborasi Platform Digital, AMKI Jabar Jalin Kemitraan dengan Pendam III/Siliwangi

PLN UID Jabar Nyalakan Harapan di Hari Kemerdekaan, 365 Keluarga Prasejahtera Nikmati Sambungan Listrik Gratis
Pos-pos Terbaru
- UNSIKA Terjunkan 1.250 Mahasiswa KKN Batch 2 ke 99 Desa di Tiga Kabupaten
- SP2MI Bersinergi dengan Kementerian Sosial Untuk Tingkatkan Keterampilan dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Kesetaraan/PKBM di Indonesia
- Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Karawang Satukan Forkopimda dalam Olahraga Bersama dan Bagikan Hadiah Umrah
- Imigrasi Karawang Gelar Patroli, Ingatkan Penjamin Kooperatif Laporkan Aktivitas dan Keberadaan WNA
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Panjatkan Harapan untuk Keselamatan Bangsa






