Connect with us

Nasional

Kasus Covid-19 di Jawa Barat Kembali Naik

Published

on

INFOKA.ID – Kasus Covid-19 di Jawa Barat kembali melonjak naik pasca pemerintah memberikan berbagai pelonggaran.

Menurut data Satgas Penanganan Covid-19, Kamis (16/6) jumlah orang yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 216 kasus di Jawa Barat. Sedangkan kasus positif Covid-19 terbanyak disumbang oleh DKI Jakarta, yaitu sebanyak 730 kasus.

Apalagi baru-baru ini, WHO mengumumkan adanya penyebaran virus sub varian Omicron yakni Omicron BA.4 dan BA.5.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota untuk lebih antisipatif dalam penangan virus baru ini.

“Kami sudah lakukan koordinasi dengan dinkes kabupaten/kota jika ada kejadian-kejadian, misalnya kenaikan kasus dan seterusnya,” kata Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmadja di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (16/6/2022).

Menurut Setiawan, kenaikan angka kasus Covid-19 di Jabar merupakan kejadian yang selalu berulang dengan pola yang sama.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, sebanyak 70 persen kasus kenaikan terjadi di wilayah Bodebek dan kemudian menyebar ke wilayah Jabar lainnya.

“Bila dilihat dari data, kurang lebih 70% kasus terjadi ada di wilayah Jabodetabek, jadi, memang polanya seperti itu. Omicron yang triwulan pertama kemarin juga banyaknya Bodebek selalu menyebar nanti ke wilayah Jabar lain,” terangnya.

Maka dari itu, dalam koordinasi ini dia meminta kepada kabupaten kota untuk melakukan tindak pencegahan, baik itu peningkatan kasus Covid-19 atau penyebaran varian Omicron yang baru.

Setiawan menambahkan, dia belum bisa memastikan lonjakan kasus Covid-19 ini apakah termasuk dalam varian Omicron BA.4 dan BA.5.

Pemprov perlu melakukan tes sampel yang dilakukan di Laboratorium Kesehatan Provinsi Jabar.

“Itu yang nanti akan kami kroscek kepada Labkesda, jadi, apakah itu varian-varian tersebut atau varian lain yang sudah dikenal sejauh ini,” terangnya.

Namun, Setiawan memastikan saat ini angka keterisian atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit Jabar masih di batas normal. Diketahui BOR rumah sakit saat ini 0,78 persen.

“Dari sisi BOR masih di bawah 1% atau tepatnya 0,78%. Kami akan pantau terus perkembangannya, tetapi sejauh ini BOR Jabar masih bagus, masih rendah, dan masih landai,” ujarnya.

Untuk menjaga semuanya tetap aman, Setiawan meminta kepada masyarakat untuk tetap memakai masker sebagai perlindungan utama.

“Saran saya tetap, penggunaan masker menjadi yang utama. Jadi, penggunaan masker harus lebih disiplin, sampai kami lihat jangkitan-jangkitan Covid-19 saat ini seperti apa trennya,” pesannya. (*)

Sumber: JPNN.com

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement