Regional
Kasus Bullying Anak Setubuhi Kucing di Tasikmalaya, Polisi: Terduga Pelaku 3 Orang
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Kasus anak meninggal dunia akibat depresi setelah dirundung oleh teman-temannya dan dipaksa memperkosa kucing, naik ke penyidikan. Berdasarkan gelar perkara yang dilaksanakan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya. Ketiganya disebut masih berusia anak-anak.
“Sementara ini, kita dapat ada tiga orang dan semuanya masih kategori anak semua,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (25/7/2022).
Proses hukum atas kasus ini, ujar Ibrahim, penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya dibantu Unit PPA Ditreskrimum Polda Jabar menggunakan Undang-Undang Perlindungan Anak terkait pasal yang diterapkan.
“Terkait dengan perlakuan kepada terduga karena juga masih anak-anak maka kita akan gunakan sistem peradilan anak, sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2012 sehingga nanti proses dan mekanismenya akan ada perlakukan tertentu,” katanya.
Namun saat ini belum dilakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka dalam kasus tersebut.
Dalam penanganan kasus ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya hingga Balai Pemasyarakatan (Bapas).
“Ketiga anak ini sekarang ditangani oleh KPAID dan Bapas sehingga nanti mekanismenya semua akan dilakukan koordinasi di antara stakeholder yang ada, jadi memang masih ada di sana,” kata Ibrahim.
Sejauh ini, kata Ibrahim, belum ada keterlibatan orang dewasa dalam kasus tersebut. “Sementara belum terkait dengan itu (pelaku dewasa),” katanya.
Kendati demikian, polisi masih akan melakukan pendalaman. Termasuk mendalami awal mula kejadian hingga ada yang merekam video hingga mengunggah ke media sosial (medsos).
“Kami perjelas dulu duduk perkara peristiwa tersebut. Kemudian kami akan lihat apakah ada tindak pidana atau tidak di dalamnya, termasuk pembuatan video. Kemudian potensi yang lain, sehingga diunggah di medsos,” ujarnya.
Seperti diketahui, kisah bocah kelas enam SD di Singaparna, Tasikmalaya berakhir tragis. Ia mendapatkan perundungan dipaksa setubuhi kucing oleh rekan sebayanya, hingga berujung depresi dan meninggal dunia. (*)
Sumber: Berbagai sumber

You may like

Wujudkan Swasembada Pangan, Biro SDM Polda Jabar Turun Langsung Layani dan Edukasi Petani

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polda Jabar Luncurkan 9 Inovasi untuk Sejahterakan Petani

Kapolres Karawang Hadiri Panen Raya Jagung dan Groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri

Usai Panen 28 Ton, Polres Karawang Siapkan 27 Hektare Kebun Jagung Baru

Polres Karawang tanam jagung di lahan sekitar 2,7 hektare

Dukung Program Presiden, Kapolres Karawang Panen Raya Jagung Bareng Petani
1 Comment
Leave a Reply
Batalkan balasan
Leave a Reply
Pos-pos Terbaru
- Polres Karawang Turun ke Sawah, Tanam Benih Bersama Kelompok Tani
- Biro SDM Polda Jabar Turun Langsung Layani dan Edukasi Petani di Lapangan
- Jumat Curhat di Sawah, Biro SDM Polda Jabar Serap Aspirasi Petani Secara Langsung
- Sinergi Biro SDM Polda Jabar Dorong Akselerasi Swasembada Pangan Daerah
- Polda Jabar Gandeng Petani Percepat Swasembada Pangan








gralion torile
2 September 2022 at 13:36
Some truly good articles on this site, thanks for contribution.