Regional
Jelang Idul Adha, 372 Ekor Ternak di Garut Terjangkit LSD
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Wabah virus Lumpy Skin Disease (LSD) menyerang ratusan ternak di Kabupaten Garut menjelang Hari Raya Idul Adha. Virus ini menyerang hewan ternak, seperti sapi dan kerbau.
Berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut, sebanyak 372 ekor hewan ternak di 25 kecamatan terinfeksi virus tersebut. Bahkan dari jumlah kasus sebanyak itu ditemukan adanya sapi yang mati akibat virus tersebut.
Kepala Diskanak Garut Sopyan Yani mengatakan, virus LSD yang ditemukan di wilayahnya terbilang cukup banyak dengan penyebaran yang masif.
“Kami sudah melakukan penanganan intensif dengan menerjunkan petugas di lapangan hingga akhirnya sebagian besar sapi yang terjangkit sudah sembuh. Namun demikian, akibat virus ini enam ekor ditemukan sapi mati,” kata Sopyan, Jumat (9/6/2023).
Diakui dia, virus in ipun dapat menular karena jika bersentuhan dengan sapi yang lain, kemungkinan penularannya cepat. Selain itu penularan juga dapat terjadi melalui vektor misalnya melalui nyamuk dan lalat kandang.
Ia menjelaskan bahwa dari 372 ekor yang terinfeksi LSD, beberapa di antaranya meninggal karena daya tahan tubuh yang lemah.
Rinciannya, ada 6 ekor yang tidak tertolong dan meninggal serta 7 ekor yang terpotong atau tertolong. Sementara itu, sudah ada 206 ekor yang sembuh, dan sisanya, sebanyak 153 ekor, masih dalam proses penyembuhan dan pengobatan.
“Dari 372 ekor yang terinfeksi LSD, 6 ekor mati yang tidak tertolong, 7 ekor mati yang terpotong atau tertolong, 206 ekor sudah sembuh, dan 153 ekor masih dalam tahap penyembuhan,” jelas Sofyan.
Ia menjelaskan virus LSD yang ditemukan pada sapi, terdapat gejala berupa benjolan-benjolan hitam semacam bisul yang ada di sekujur tubuh hewan. Penyakit ini sangat memengaruhi pertumbuhan hewan ternak, seperti kesulitan dalam makan, penurunan daya tahan tubuh, bahkan menyebabkan kematian.
Penularan LSD pada hewan ternak terjadi melalui vektor seperti nyamuk atau lalat yang menggigit ternak yang sakit dan kemudian menggigit hewan yang sehat. Hal ini menyebabkan hewan yang sehat awalnya menjadi terinfeksi.
Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada peternak melalui unit pelaksana teknis seperti memberikan informasi mengenai gejala-gejala penyakit dan langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan.
“Kami terus melakukan sosialisasi terkait LSD kepada semua peternak. Pertama, kami memberikan disinfektan untuk melakukan biosecurity di setiap kandang. Kedua, memberikan vitamin kimia maupun herbal, dan yang terakhir memberikan pengobatan dengan antibiotik,” katanya. (*)


You may like

Dukung Pasokan Darah di Karawang, Pupuk Kujang Gelar Donor Darah Massal ielang HUT ke-51

Microbus Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek KM 55, Polres Karawang Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Brits Hotel Karawang Hadirkan Cars Worldwide Carmeet 2026, Satukan Komunitas Otomotif, UMKM, dan Lifestyle dalam Satu Event Kolaboratif

Ops Jaran Lodaya Tekan Kejahatan Jalanan, Polres Karawang Bekuk Pelaku Curanmor Asal Lampung

FH UNSIKA Raih Akreditasi Unggul dan Pengakuan Internasional ACQUIN

Gagalkan Penyelundupan Narkotika ke Dalam Lapas, Polres Karawang Dalami Jaringan Pemasok dari Luar
Pos-pos Terbaru
- Dukung Pasokan Darah di Karawang, Pupuk Kujang Gelar Donor Darah Massal ielang HUT ke-51
- Microbus Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek KM 55, Polres Karawang Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
- Brits Hotel Karawang Hadirkan Cars Worldwide Carmeet 2026, Satukan Komunitas Otomotif, UMKM, dan Lifestyle dalam Satu Event Kolaboratif
- Ops Jaran Lodaya Tekan Kejahatan Jalanan, Polres Karawang Bekuk Pelaku Curanmor Asal Lampung
- FH UNSIKA Raih Akreditasi Unggul dan Pengakuan Internasional ACQUIN






