Hiburan
Isu Mahar dan Prahara Kisah Cinta Ayu Ting Ting
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Ayu Ting Ting dan kisah cintanya kembali menjadi perbincangan. Kali ini, pedangdut pelantun Alamat Palsu itu kini disebut membatalkan pernikahan karena meminta mahar yang terbilang besar kepada Aditya Jayusman.
Akan tetapi, Ayu Ting Ting memilih bungkam dan tidak menjawab pertanyaan awak media mengkonfirmasi kebenaran kabar di Gedung Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2021).
“Makasih ya, maaf maaf,” ujar dia.
Sebelumnya Ayu Ting Ting sempat menjelaskan alasan ia membatalkan pernikahannya. Ia menyebut hal itu bagian dari keputusannya.
“Ini memang resmi saya yang membatalkan dan saya yang memutuskan tidak lanjut,” tutur Ayu Ting Ting saat itu.
Isu seputar masalah mahar yang melatarbelakangi batalnya pernikahan artis kelahiran 20 Juni 1992 itu dengan Adit Jayusman beredar setelah ramai dibahas di media sosial.
Belum lama ini, Ayu Ting Ting pernah menyebut penyebab batalnya pernikahannya sebaiknya dia simpan untuk dirinya sendiri.
“Biarkan itu menjadi urusan saya,” ungkap Ayu Ting Ting.
Pembatalan pernikahan itu memang terbilang mendadak dan mengejutkan. Ayu Ting Ting diketahui sudah melakukan berbagai persiapan, mulai dari venue, rencana dekorasi, hingga pakaian pengantin.
Akan tetapi, Ayu Ting Ting mengatakan bahwa dia dan keluarganya telah ikhlas akan peristiwa yang menimpanya itu.
“Semua baik-baik saja, doain aja makanya semoga semuanya sehat. Tenang saja, jodoh semua sudah ada yang ngatur. Jalani saja,” kata dia. (*)
Sumber: Detikcom


Pos-pos Terbaru
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polres Karawang Optimalkan Lahan Produktif dan Sarana Logistik
- Sinergi Polres Karawang dan Masyarakat: Kawal Swasembada Pangan Demi Jaga Stabilitas Kamtibmas
- Aksi Nyata Polres Karawang Dorong Akselerasi Swasembada Pangan Nasional Lewat Sektor Pertanian
- Polres Karawang Kawal Ketat Mata Rantai Distribusi Hasil Bumi Guna Menjamin Swasembada Pangan
- Tingkatkan Produktivitas Hasil Bumi, Polres Karawang Gencarkan Program Pendampingan Kelompok Tani


