Connect with us

Regional

HES Singgung Pemkab Karawang, Soal APBD Konsentrasi Perbaikan Jalan Bukan Prioritas

Published

on

KARAWANG – Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Karawang terus berlanjut. Rapat tersebut sudah maraton membahas anggaran masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Karawang periode sebelumnya.

Ketua Komisi III sekaligus Anggota Banggar DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin (HES) mengatakan, dalam rapat itu membahas anggaran masa jabatan periode 2021-2026. Dimana tahun tersebut adalah transisi, Bupati dijabat oleh Cellica Nurrachadiana dan Wakil Bupati oleh Ahmad Zamakhsyari (Jimmy).

“Setelah Pilkada 2020 menjadi RPJMD, Tahun 2021-2026 Bupati Cellica dan Wakil Bupati Aep ini tentunya perlu adanya instrumen. Sejauh mana Bupati Cellica dengan dua periode ini dapat menyelesaikan RPJMD-nya sebagai janji politik di periode pertama dengan periode sekarang,” ujar HES usai rapat Banggar di Gedung Paripurna DPRD Karawang, Rabu, (6/4/2022).

Hes menilai, hal ini jadi momentum untuk melihat konsistensi dan sustainability (keberlanjutan), terutama yang berkaitan dengan infrastruktur secara umum, yakni jalan, drainase dan jembatan yang menjadi penghubung antara poros desa, poros kecamatan serta ruas-ruas kecamatan menuju kabupaten.

“Hal ini tentu menjadi kewajiban Pemerintah Daerah, karena menjadi kewenangan Kabupaten Karawang itu sendiri, selain itu juga ada ruas jalan yang menjadi potensi kemacetan,” jelasnya.

HES menambahkan, adapun ruas jalan yang menjadi potensi kemacetan, yakni jalan menuju ruas Tol Karawang Timur, hal itu bukan bagian dari RPJMD itu sendiri, karena berkaitan dengan ruas jalan tersebut justru merupakan kewenangan Jasamarga.

“Berkaitan dengan ruas jalan menuju Tol Karawang Timur, justru hal ini malah disebut oleh TAPD (Sekda) sebagai perwakilan dari Kepala Daerah, menjadi ruas jalan tanpa status, ironis menurut saya, karena dalam pembahasan APBD tidak bicara khusus tentang ruas jalan menuju Tol Karawang Timur itu,” imbuhnya.

Masih HES menambahkan, dalam pembahasan APBD justru hanya bicara mengenai ruas jalan Desa/Kelurahan, Kecamatan dan kewenangan Kabupaten lainnya.

“Tapi kali ini APBD malah konsentrasi pada jalan-jalan bukan prioritas (Ruas Jalan Tol Karawang Timur.Red). Sesungguhnya jalan itu adalah kepentingan industri dan zona industri. Seharusnya selesai dengan CSR mereka saja, kenapa Pemda tidak melakukan komunikasi dengan pihak kawasan dan zona industri untuk menyelesaikan PR ruas jalan Tol Karawang Timur,” singgungnya.

Sambung masih HES menambahkan, bahwa urusan ruas jalan Tol Karawang Timur bisa diselesaikan dengan CSR perusahaan yang berada di zona industri, tidak lagi harus menguras APBD Karawang.

“Karena hal ini, saya tidak heran kalau diantara teman kami, dari Ketua Fraksi PDIP ada yang komplain soal APBD, karena itu memang seharusnya seperti itu. Sebelumnya Pemda juga tidak pernah secara khusus berdiskusi meminta pandangan kami tentang penanganan ruas Tol Karawang Timur tersebut,” pungkasnya. (cho)

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. gralion torile

    31 Agustus 2022 at 04:17

    What i don’t understood is in reality how you are no longer actually a lot more neatly-preferred than you may be now. You are so intelligent. You realize thus considerably in terms of this topic, made me in my view believe it from a lot of varied angles. Its like men and women don’t seem to be interested until it is one thing to do with Lady gaga! Your personal stuffs great. Always deal with it up!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement