Connect with us

Gaya Hidup

Hati-hati Makan Gorengan saat Berbuka Puasa!

Published

on

INFOKA.ID – Gorengan memang nikmat saat disantap untuk berbuka puasa. Meski begitu, Anda perlu tahu bahwa ada bahaya di balik kebiasaan banyak makan gorengan.

Selain tinggi kalori, gorengan juga mengandung lemak jenuh yang tinggi. Lemak jenuh didapat dari minyak goreng yang digunakan untuk mengolah gorengan.

Mengutip Medical News Today, penelitian membuktikan bahwa makan gorengan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe-2. Kedua penyakit ini dikenal sebagai penyakit yang banyak menyebabkan kematian.

Peneliti menemukan, makan setidaknya satu porsi ayam goreng per hari dapat meningkatkan risiko kematian hingga 13 persen.

1. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Makan gorengan dapat meningkatkan tekanan darah, kolesterol, dan risiko obesitas. Kesemuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Dua penelitian besar menemukan bahwa semakin sering seseorang mengonsumsi gorengan, maka semakin tinggi risiko mereka terkena penyakit jantung.

Sebuah studi menemukan, perempuan yang mengonsumsi satu atau lebih ikan goreng per minggu memiliki risiko gagal jantung 48 persen lebih tinggi daripada mereka yang hanya mengonsumsi 1-3 ikan goreng per bulan.

2. Meningkatkan risiko diabetes

Sejumlah penelitian menemukan bahwa asupan gorengan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2.

Sebuah studi mencatat, orang yang mengonsumsi makanan cepat saji dua kali per minggu ditemukan dua kali lebih mungkin untuk mengalami resistensi insulin.

Studi lain menemukan, konsumsi 4-6 porsi gorengan per minggu membuat seseorang 39 persen lebih mungkin terkena diabetes tipe-2.

3. Meningkatkan risiko obesitas

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, makanan yang digoreng mengandung lebih banyak kalori daripada makanan yang diracik dengan metode lain.

Dengan demikian, makan gorengan dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan. Hal ini jelas membuat seseorang berisiko mengalami kenaikan berat badan.

Hal yang sama juga dipicu oleh kadar lemak jenuh yang tinggi pada gorengan. Lemak jenuh dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak, yang kemudian membuat seseorang mengalami kelebihan berat badan.

4. Mengandung senyawa berbahaya

Bahaya banyak makan gorengan selanjutnya disebabkan oleh akrilamida, senyawa berbahaya yang terdapat di dalam makanan yang digoreng.

Akrilamida merupakan zat beracun yang dapat terbentuk dalam makanan yang dimasak dalam suhu tinggi seperti menggoreng dan memanggang. Akrilamida dibentuk oleh reaksi kimia antara gula dan asam amino.

Makanan bertepung dan makanan yang dipanggang biasanya memiliki konsentrasi akrilamida yang tinggi. Penelitian pada hewan menemukan bahwa akrilamida berpotensi meningkatkan risiko kanker. (*)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *