Connect with us

Nasional

Harga BBM dan LPG Kompak Naik di 34 Provinsi

Published

on

INFOKA.ID – PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). BBM yang naik yaitu jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Naiknya harga BBM ketiga jenis tersebut sesuai keputusan Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

“PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum,” ujarnya dalam keterangan di situs resmi Pertamina, Minggu (10/7/2022).

Pada 3 Maret 2022, harga Pertamax Turbo sebesar Rp 14.500 per liter. Namun hari ini naik menjadi Rp 16.200 per liter.

Kemudian, Pertamina Dex awalnya Rp 13.700 per liter, naik menjadi Rp 16.500 per liter, dan harga Dexlite naik sebesar Rp 15.000 per liter yang sebelumnya hanya Rp 12.950 per liter.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan kenaikan BBM non subsidi lantaran tren harga Indonesian Crude Price (ICP) untuk BBM dan Contract Price Aramco (CPA) untuk LPG yang masih tinggi.

Sementara, LPG nonsubsidi yang harganya naik yakni Bright Gas dan LPG 12 kg dengan penyesuaian Rp 2.000/kg.

“Seluruh penyesuaian harga di angka sekitar Rp 2.000 baik per liter untuk BBM dan per kg untuk LPG. Harga ini masih sangat kompetitif dibandingkan produk dengan kualitas setara. Untuk yang subsidi, pemerintah masih turut andil besar dengan tidak menyesuaikan harganya,” kata Irto Ginting

Irto menjelaskan penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia. Tercatat harga minyak ICP per Juni menyentuh angka US$ 117,62/barel, lebih tinggi sekitar 37% dari harga ICP pada Januari 2022.

Tercatat, harga minyak ICP per Juni menyentuh angka USD 117,62 per barel, lebih tinggi 37 persen dari harga ICP pada Januari 2022. Begitu pula dengan LPG, tren harga (CPA) masih di tinggi pada Juli ini mencapai USD 725 per Metrik Ton (MT) atau lebih tinggi 13 persen dari rata-rata CPA sepanjang 2021.

“Seluruh Penyesuaian harga di angka sekitar Rp 2.000 baik per liter untuk BBM dan per Kg untuk LPG, harga ini masih sangat kompetitif dibandingkan produk dengan kualitas setara. Untuk yang subsidi, Pemerintah masih turut andil besar dengan tidak menyesuaikan harganya,” imbuh Irto. (*)

Sumber: Berbagai sumber

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement