Regional
Gempa Bumi Dangkal Terjadi di Pangandaran, BMKG: Karena Pergerakan Lempeng Eurasia
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Gempa bumi terjadi di selatan Jawa Barat, pada Senin (21/6) pagi. Gempa terjadi pukul 08.01.35 WIB dan dirasakan di Kabupaten Pangandaran.
BMKG mengatakan kedua gempa merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas pensesaran di laut pada bagian dalam dari Lempeng Eurasia.
Gempa bumi tektonik ini berkekuatan M=4.4. Episenter terletak pada koordinat 8.46 LS dan 108.41 BT, atau tepatnya berlokasi di Laut pada jarak 84 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran pada kedalaman 18 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas penyesaran dalam Lempeng Eurasia,” kata Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan Hendro Nugroho, Senin (21/6).
Dilansir dari TribunJabar.id, dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Cipatujah, Legokjawa, Pangandaran, Sindangkerta, dan Sindangsari, dengan Skala Intensitas II – III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
Kemudian dirasakan juga di Cikalong dan Pamoyanan dengan Skala Intensitas II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.
Hingga pukul 08:30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.
Semalam sebelumnya, gempa bumi terjadi juga pada Minggu (20/6) pukul 20:30:54 WIB. Wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik tersebut. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M 4.0.
Episenter terletak pada koordinat 8.10 LS dan 107.89 BT, atau tepatnya berlokasi di Laut pada jarak 57 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, pada kedalaman 19 kilometer.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas pensesaran di laut pada bagian dalam dari Lempeng Eurasia.
Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di Cisurupan, Cikajang, Samarang, Garut Kota, sebesar II MMI. Kemudian Pangandaran, Cisompet, Cikelet, Singajaya, Bentarkalong, Ciawitali, Pameungpeuk, Cihurip, dan Pamarican sebesar MMI III. Namun belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut. (*)


You may like

Doa Mohon Perlindungan dari Bencana Gempa Bumi

BMKG: Waspadai Dampak Hujan Deras di Sejumlah Wilayah

Waspada! BMKG Sebut Ada Potensi Cuaca Ekstrem hingga 9 Juni 2024

Gempa 6,5 M Guncang Timur Laut Garut, 11 Daerah di Jabar Terdampak

BMKG Terbitkan Peringatan Status Siaga dan Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia
Pos-pos Terbaru
- PWI Karawang Meriahkan Stand UMKM pada Gebyar Harkopnas ke-79 Tingkat Kabupaten Karawang
- LISHERA BAKERY KENCANA MILIK ADI JALALUDIN ZUHRI HADIRKAN ROTI LEMBUT HARGA SAHABAT DI KARAWANG
- Alfamart dan Cussons Baby Kembali Berkolaborasi melalui Alfamart Sahabat Posyandu, Sasar 2.800 Ibu dan Anak di Juli
- PGN SOR II Area Karawang Dukung Pertumbuhan UMKM Karawang melalui Pemanfaatan Gas Bumi
- Perkuat Sinergi Kampus dan Industri, Fasilkom Unsika Gandeng Brits Hotel Karawang Melalui Program Magang




