Connect with us

Regional

Gabryel Tanggapi Statement Sekda Karawang Soal Refocussing Tunda Lelang LPSE

Published

on

KARAWANG – Meningkatnya kembali Wabah Covid-19, disusul isu refocussing APBD Kabupaten Karawang Tahun 2021. Bahkan mencuat kabar, Recofussing telah mendapat lampu hijau dari Sekda Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri.

Aktivis yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Karawang, Gabryel Alexander mengatakan, pada dasarnya dirinya setuju dengan refocussing untuk menanggulangi Wabah Covid-19 di Kabupaten Karawang.

Namun Gabryel mengingatkan Pemkab Karawang agar cermat menanggapi isu refocussing yang sedang gencar digaungkan sejumlah pihak. Apalagi isu refocussing ini disinyalir menggiring opini untuk menunda semua proyek lelang LPSE.

“Refocussing tidak terlalu substansial dengan lelang di LPSE, lebih baik refocussing pokir. Kalau paket LPSE APBD Karawang itu kecil, karena 80 persen itu dari dana alokasi khusus (DAK) dan bantuan provinsi (Banprov). Apanya yang mau direfocusing coba? APBD Karawang habis dipokir,” ujarnya kepada Infoka, Jumat (18/6).

Gabryel menambahkan, anggaran-anggaran proyek yang dilelang di LPSE itu bukan berasal dari mayoritas dana APBD Karawang. Hanya proyek-proyek urgent yang dianggarkan karena tidak bisa dilakukan Penunjukan Langsung (PL). Kalau bisa di-PL-kan pasti habis jadi pokir.

“Proyek di Dinkes mayoritas sumbernya DAK, proyek jalan yang besar sumbernya DAK, RS Paru sumbernya DAK dari cukai, proyek di RSUD dari Banprov. Proyek sumber APBD Karawang cuma proyek-proyek receh paling tinggi anggarannya Rp 500 Juta. Jangan-jangan orang yang meramaikan refocusing proyek lelang apa karena arahannya kalah. Jangan sampai ada tuduhan calonnya kalah lalu teriak lelang ditunda,” jelasnya sambil berkelakar.

GMasih Gabryel menambabkan, lebih baik pangkas habis kegiatan seremonial dan sejenisnya. Jangan kemudian hari ketika ada masalah baru refocussing membabi buta, terlebih ditambah teriakan infrastruktur hancur.

“Kasihan rakyat kita selalu saling serang dengan mengedepankan suka atau tidak. Jangan sampai Allah turunkan bencana karena hati kita selalu julid, bertengkar, saling menjatuhkan tanpa introspeksi pada diri sendiri tentang apa yang telah diperbuat untuk sesama,” tandasnya. (cho)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement