Regional
Dua Tahun Sawah Kena Limpasan Irigasi Kotor dan Bau, Warga Desak PJT 11 Rengasdengklok Cepat Tanggap
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Warga masyarakat Desa Segaran, Kecamatan Batujaya keluhkan air limpasan luapan irigasi yang mengalir keruas jalan raya selama dua tahun terakhir.
Limpasan tersebut diduga karena tidak adanya normalisasi dan banyaknya tumpukan sampah serta enceng gondok yang mengakibatkan aliran irigasi meluap dan menggenangi jalan.
Kepala Desa Segaran, Rusli mengatakan, kondisi limpasan air tersebut sangat merugikan warganya.
“Limpasannya tidak hanya air tapi sampah dan eceng gondok pun juga turut limpas kejalan,” katanya, Selasa (16/11/2021).
Rusli mengatakan, selain aliran air dari saluran irigasi yang limpas ke jalan raya. Limpasan tersebut juga menggenangi persawahan warga yang mana akan sangat mempengaruhi hasil dari padi milik warga.
“Kami minta kepada pihak PJT 11 Rengasdengklok proaktif dalam bekerja bila perlu monitoring kebawah. Jangan enak ongkang ongkang duduk dikantor makan gajih buta. Seharusnya kerja lebih peka memikirkan kerugian para petani jangan sampai menelan kerugian lebih besar,” kesalnya.
Dengan kondisi tersebut, perekonomian masyarakat akan terganggu lantaran akibat harga padi murah dan tidak laku dijual.
“Jangan hanya beralasan karena sering ada hujan sehingga air meluap disungai Irigasi tidak bisa tertampung. Kanteknisnya bisa disiasati pasang ketinggian balok dipintu air yang dianggap bisa menaikan dan menurunkan air. Kalau situasi air yang limpas ke sawah dan kejalan raya sudah hampir dua tahun lamanya. Bahkan buat apa upaya minggon di kecamatan Batujaya yang dihadiri oleh kepala Dinas PUPR dan Dinas PJT 11 Rengasdengklok kalau gak ada hasilnya. Harapan saya coba sidak turun ke lapangan melihat langsung untuk melihat di wilayah Kecamatan Batujaya sudah kotor,” tegasnya.
Terpisah, Ida (53) salah satu petani warga masyarakat Desa Rengasdengklok Utara juga mengeluhkan limpasan air irigasi yang menggenangi sawahnya.
“Iya. Sawah saya juga sama pernah waktu mau mulai menanam bibit terendam air dari limpasan sungai Irigasi. Anehnya sampai sekarang aliran air yang mengalir disungai Irigasi gak pernah disurutkan. Malahan kalau ada yang laporan ke kantor hanya ditanggapi dengan santai. Padahal ketinggian air yang mengakibatkan limpas bukan dihilir saja malah di hulu juga jelas sudah limpas. Semoga kepada yang bersangkutan di bidang pengaturan saluran air sungai Irigasi dapat bergerak cepat tanggap,” ungkasnya. (ded)


You may like

Disnakertrans Karawang Kunker ke Sukabumi, Gali Strategi Job Fair Internasional dan Penyerapan 3.500 Tenaga Kerja

2026, Pemkab Karawang Bangun 2441 RTLH

Dua Tahun Ajukan Rutilahu Tak Kunjung Terealisasi, Warga Jayakerta Menangis Berharap Bantuan Bupati Karawang

Personel Gabungan Laksanakan Patroli KRYD, Polresta Karawang Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

Polresta Karawang Tangani Laporan Dugaan Kekerasan terhadap Anak, Proses Penyelidikan Dilakukan Satres PPA dan PPO

Polresta Karawang Dalami Dugaan Pengrusakan Saat Proses Penyelidikan Peredaran Obat Keras Tertentu
1 Comment
Leave a Reply
Batalkan balasan
Leave a Reply
Pos-pos Terbaru
- Disnakertrans Karawang Kunker ke Sukabumi, Gali Strategi Job Fair Internasional dan Penyerapan 3.500 Tenaga Kerja
- 2026, Pemkab Karawang Bangun 2441 RTLH
- Dua Tahun Ajukan Rutilahu Tak Kunjung Terealisasi, Warga Jayakerta Menangis Berharap Bantuan Bupati Karawang
- Personel Gabungan Laksanakan Patroli KRYD, Polresta Karawang Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
- Polresta Karawang Tangani Laporan Dugaan Kekerasan terhadap Anak, Proses Penyelidikan Dilakukan Satres PPA dan PPO







Zaki
17 November 2021 at 23:14
banyak jembatan yg terlalu rendah san belum sadarnya masyarakat buang sampah