Connect with us

Regional

DTPH Jabar Sebar Benih Padi Varietas Lahan Kering Untuk Antisipasi El Nino

Published

on

INFOKA.ID – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat melakukan berbagai upaya antisipasi untuk mempertahankan produksi dalam menghadapi dampak El Nino, salah satunya dengan menyediakan bantuan benih padi varietas tahan kering kepada petani.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Jabar Yanti Zakiah mengatakan, benih tahan di musim kemarau ini terutama akan diberikan di wilayah lumbung padi nasional, di antaranya Indramayu, Karawang, Cirebon, Bekasi, Majakengka ,dan Cianjur.

“Selain bantuan benih, upaya yang sudah dan sedang dilaksanakan di Jabar agar tidak berdampak pada produksi,” kata Yanti dalam keterangannya, Sabtu (17/6/2023).

Selain itu, penataaan kondisi perairan juga akan dilakukan. Hal ini untuk mencapai target luas tanam padi pada 2023 yang mencapai 1,8 juta hektare.

Dengan begitu, lahan sawah tersebut bisa dilakukan dua taua tiga kali tanam dalam satu tahun. Untuk benih padi yang akan dibagikan berasal dari varietas Impari, Impago, Cakrabuana, dan Situ Bagendit.

Menurutnya, saat ini sudah ada 448 varietas padi yang sudah diluncurkan Kementerian Pertanian.

’Ini bisa menjadi pilihan para petani untuk tetap menanam meski dalam kondisi lahan kekurangan air,’’ kata dia.

DTPH Jabar sendiri sudah menyalurkan benih pada 2023 untuk lahan 53.000 hektar. Sedangkan untuk alokasi yang disediakan benih padi yang akan disalurkan untuk lahan 75.000 hektar.

‘’Ini belum termasuk bantuan dari Pemerintah Pusat yang akan menyalurkan benih padi untuk para petani,’’ ujar dia.

Pemberian bantuan benih padi juga sudah pernah dilakukan untuk lahan sawah yang terkana dampak banjir.

Pada 2023 ini bantuan benih diberikan untuk lahan petani seluas 30.000 ha yang tergenang banjir pada awal tahun lalu.

‘’DTPH Jabar melakukan langkah cepat dan tepat dengan memberikan benih baru kepada petani terdampak untuk tanam ulang,’’ tuturnya.

Untuk menghadapi fenomena El Nino ini, Yanti menganjurkan agar para petani harus memperhatikan pola tanam.

Pemilihan bibit padi yang tahan terhadap kekurangan air menjadi sangat penting. Sehingga para petani tidak perlu memaksakan menanam jika kondisi irigasinya mengalami penurunan debit air. Para petani juga bisa melakukan penanaman lain seperti umbi-umbian dan kacang-kacangan.

Yanti menambahkan, saat ini luas lahan pertanian di Jawa Barat tercatat 928.218 ha di 27 kabupaten/kota.

Dengan intensifikasi lahan, produksi beras Jabar berhasil mencapai posisi dua terbanyak secara nasional pada 2022.

‘’Ini terbukti dengan diperolehnya penghargaan oleh Gubenur Jaawa Barat berupa Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden,’’ katanya. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement