Connect with us

Regional

DPRD Karawang Akan Prioritaskan Anggaran Perbaikan SDN VI Nagasari

Published

on

KARAWANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang akan memprioritaskan anggaran untuk perbaikan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nagasari VI, dalam perencanaan Anggaran Tahun 2021. Hal tersebut dilakukan menyikapi kondisi rusaknya gedung sekolah sehingga berdampak pada kegiatan belajar mengajar.

Diketahui jika kondisi pondasi dasar bangunan sekolah tersebut mengalami amblas, hingga mengakibatkan sekitar 10 ruang kelas tidak dapat dipergunakan.

“Kami di rapat komisi III membahas PRA KUA-PPAS Tahun 2021 dengan Sekdin PUPR sudah menyampaikan perihal SDN Nagasari VI, kita pahami bersama kondisi sekarang di tengah Covid-19, semoga nanti pada pembahasan Komisi III dan Banggar tahun depan (2021) kita bisa anggarkan bagi yang prioritas,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd,I MH. saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp.

Endang mengakui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang masih mempunyai banyak pekerjaan mengenai infrastruktur pendidikan, seperti diantaranya SD dan SMP yang merupakan kewenangan Pemkab, sehingga bukan saja SDN Nagasari VI, ia juga terus berupaya memprioritaskan sekolah-sekolah lain yang perlu dibangun.

“Memang di kita masih punya banyak Pekerjaan Rumah (PR) terutama Sarana, Prasarana dan Bangunan Sekolah. Apalagi Pendidikan kan bagian dari Urusan Wajib Pelayanan Dasar dan Karawang masih punya PR 643 Unit SD dan 136 Unit SMP yang harus serius dianggarkan mulai tahun depan, semoga ya tahun depan teranggarkan khususnya SDN Nagasari VI,” jelasnya.

Endang menambahkan, soal perbaikan SDN Nagasari VI pihaknya menaksir akan memakan anggaran yang cukup besar, sebab Komisi III DPRD Kabupaten Karawang pernah meninjau langsung kondisi sekolah disana. Bahkan dampak amblasnya kontruksi yang mengakibatkan retakan bangunan diatasnya, sangat berpotensi roboh bangunan.

“Hampir 1,5 sampai 2 Miliar untuk kebutuhan SDN Nagasari VI tersebut, hampir 10 ruangan tidak dapat terpakai karena amblas, kami pun (Rombongan Komisi III) sudah chek lokasi akhir tahun 2019, lagi-lagi karena kendalanya adalah kondisi Covid-19 yang tak pernah terbayangkan oleh siapapun, untungnya sekarang KBM sistem daring di rumah, jadi tidak perlu khawatir siswa dengan kondisi bangunan ini,” pungkasnya. (cho)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement